Minggu, 11 November 2012
Wasiat Tentang Sholat
...Wasiat Tentang Sholat...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahi m
... Sahabat sahabatku rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya
bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling
nista adalah kurangnya perhatian masyarakat pada salat lima waktu, salat
Jumat dan salat jamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang
dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa
maksiat. Dan salat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.
Rasulullah SAW bersabda: "Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (salat) kepada Allah Azza Wa Jalla." (HR Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Orang yang meninggalkan salat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.
Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan salat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya salat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS An-Nisa`, 4:103)
Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku bersama Umar bin Khottob RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap.
"Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap salat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku."
"Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,’ kata Umar RA.
Umar kemudian mengetuk pintu. ‘Siapa?’ tanya Aisyah RA. ‘Aku bersama Abu Hurairah."
Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:
“Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”
"Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?"
"Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan salat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,’ kemudian ia berkata, ‘Bacalah!’
"Apa yang harus kubaca?"
"Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS Maryam, 19:59)
"Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan salat?"
"Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan salat, mengakhirkan salat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar lebih berharga daripada salat.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.
Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan salat.”
Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah salat. Jika salat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk salat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga.”
Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya.”
Rasulullah SAW bersabda:“Salat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama. (HR Baihaqi).
Barang siapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka ia telah kafir.” (HR Bazzar dari Abu Darda`)
“Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan salat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya.” (HR Thabrani)
“Barang siapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR Ahmad dan Baihaqi)
“Allah telah mewajibkan salat lima waktu kepada hambaNya. Barang siapa menunaikan salat pada waktunya, maka di hari kiamat, salat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpul-kan bersama firaun dan Haman.” (HR Ibnu Hibban dan Ahmad)
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
~ o ~
Salam santun dan keep istiqomah ...
--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Rasulullah SAW bersabda: "Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (salat) kepada Allah Azza Wa Jalla." (HR Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Orang yang meninggalkan salat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.
Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan salat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya salat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS An-Nisa`, 4:103)
Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku bersama Umar bin Khottob RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap.
"Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap salat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku."
"Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,’ kata Umar RA.
Umar kemudian mengetuk pintu. ‘Siapa?’ tanya Aisyah RA. ‘Aku bersama Abu Hurairah."
Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:
“Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”
"Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?"
"Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan salat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,’ kemudian ia berkata, ‘Bacalah!’
"Apa yang harus kubaca?"
"Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS Maryam, 19:59)
"Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan salat?"
"Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan salat, mengakhirkan salat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar lebih berharga daripada salat.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.
Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan salat.”
Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah salat. Jika salat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk salat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga.”
Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya.”
Rasulullah SAW bersabda:“Salat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama. (HR Baihaqi).
Barang siapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka ia telah kafir.” (HR Bazzar dari Abu Darda`)
“Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan salat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya.” (HR Thabrani)
“Barang siapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR Ahmad dan Baihaqi)
“Allah telah mewajibkan salat lima waktu kepada hambaNya. Barang siapa menunaikan salat pada waktunya, maka di hari kiamat, salat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpul-kan bersama firaun dan Haman.” (HR Ibnu Hibban dan Ahmad)
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
~ o ~
Salam santun dan keep istiqomah ...
--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Saat Galau Melanda
Bismillah ... Saat galau melanda, ..
sadar atau tidak kita sudah selangkah lebih
jauh dari Allah SWT .. Dzikir mulai surut bahkan terhenti .. Syaitan pun
mendekat .. Hingga otak pun tiada lagi memikirkan akhirat, .. tapi
lebih mengkhawatirkan dunia yang terlalu menyita pikiran dan tenaga ...
Mari bangkit dari kegalauan diri, keluarlah dari kegelapan dan menuju
cahaya .. Ingatlah akan Rabb, .. ingatlah Allah Ta’ala, .. Karena hanya
dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang ...
.. insya Allah ..
#Say to Galau, “Loe Gue End”. Don’t we? .. :)
ANEH & LEBIH ANEH LAGI NEGRI INI...
...ANEH & LEBIH ANEH LAGI ...
Aneh ya,
Kalau ada lelaki nggak pacaran dibilang homo
Kalau ada wanita nggak pacaran dibilang lesbi
Sholat tepat waktu dibilang sok alim
Minta do'a ibu dibilang anak mami
Gonta-ganti pasangan udah biasa
cerai menjadi tradisi
Yang berzina ngakunya khilaf
Yang pake narkoba ngakunya stres
Solusi HIV pake kondom
Nikah dini dibilang kampungan
Nggak punya BB dibilang ga gaul
Dengernya murottal quran dibilang ga asyik
Ikut pengajian dibilang udah tua
Masuk rohis disebut teroris
Majlis ilmu sepi pengunjung
Konser musik berbau maksiat pada gandrung
Infak 1000 berat, beli tiket konser 500rb berdesakan
Itulah potret negeri ini.
Semoga kita menjadi orang yang tetap istiqomah dalam kebenaran!
Lebih aneh lagi...
Orang berduyun-duyun mengejar titel
Padahal miskin ilmu dan kebijaksanaan
Orang berstrategi untuk menipu
yang ditipu ga kalah banyaknya
Hebatnya..
Halal haram tak dihiraukan
Syubhat diembat
Wajib jarang dilakukan
Sunah ditinggalkan
Nggak korupsi dibilang sok suci
Nggak nyogok dibilang ga nyeni
Jabatan jadi kesempatan
Kekuasaan untuk melanggengkan
Kekayaan untuk pamer dan pemuas keserakahan
rasa malu telah hilang, rasa berdosa mulai sirna
Benarlah Rasulullah mengisyaratkan,
Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan kembali dalam keadaan asing.
Beruntunglah, engkau saudara-saudariku yang terasing dalam kebenaran.
Tetaplah di jalan perjuangan ini, walau seperti memegang bara api. Kebenaran pasti akan dimenangkan_Nya.
Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena_NYA
Minta do'a ibu dibilang anak mami
Gonta-ganti pasangan udah biasa
cerai menjadi tradisi
Yang berzina ngakunya khilaf
Yang pake narkoba ngakunya stres
Solusi HIV pake kondom
Nikah dini dibilang kampungan
Nggak punya BB dibilang ga gaul
Dengernya murottal quran dibilang ga asyik
Ikut pengajian dibilang udah tua
Masuk rohis disebut teroris
Majlis ilmu sepi pengunjung
Konser musik berbau maksiat pada gandrung
Infak 1000 berat, beli tiket konser 500rb berdesakan
Itulah potret negeri ini.
Semoga kita menjadi orang yang tetap istiqomah dalam kebenaran!
Lebih aneh lagi...
Orang berduyun-duyun mengejar titel
Padahal miskin ilmu dan kebijaksanaan
Orang berstrategi untuk menipu
yang ditipu ga kalah banyaknya
Hebatnya..
Halal haram tak dihiraukan
Syubhat diembat
Wajib jarang dilakukan
Sunah ditinggalkan
Nggak korupsi dibilang sok suci
Nggak nyogok dibilang ga nyeni
Jabatan jadi kesempatan
Kekuasaan untuk melanggengkan
Kekayaan untuk pamer dan pemuas keserakahan
rasa malu telah hilang, rasa berdosa mulai sirna
Benarlah Rasulullah mengisyaratkan,
Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan kembali dalam keadaan asing.
Beruntunglah, engkau saudara-saudariku yang terasing dalam kebenaran.
Tetaplah di jalan perjuangan ini, walau seperti memegang bara api. Kebenaran pasti akan dimenangkan_Nya.
Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena_NYA
14.52
Unknown Person

