Jumat, 09 November 2012

KALAU JODOH TAK JUGA DATANG

... KALAU JODOH TAK JUGA DATANG ...

 
 
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... “Lebaran Haji akan datang, artinya akan banyak undangan kawinan. Siap-siap untuk menjawab pertanyaan, kapan jodohku datang? Lebih baik jangan ke kondangan, daripada kebingungan” (maksudnya lebaran haji yang baru saja lalu sahabat -red-)

Kata-kata itu adalah status dari seorang teman di facebook saya. Mungkin itu curhatnya, tapi

ide untuk mengeluarkan dalam bahasa yang kocak benar-benar bisa membuat tersenyum.

Tak perlu merisaukan kapan si jodoh ditemukan. Sama seperti rezeki, mati dan hidup seseorang, jodoh juga tak bisa diperkirakan kapan datangnya. Kalau malah risau, atau pusing terus mengenai jodoh dan akhirnya membuat pekerjaan lain terbengkalai lebih baik tak usah dipikirkan.

Kalau memang benar-benar ingin segera berjodoh, jangan memandang ‘keluar’ tapi lebih baik perbaiki diri sendiri. Coba pelajari kekurangan diri, siapa tahu masih bisa diperbaiki. Memang benar, kalau jodoh yang baik itu akan menerima kita apa adanya. Tapi apa salahnya memperbaiki kekurangan kita?

Ada beberapa yang bisa dilakukan setidaknya agar si jodoh cepat datang.

Ubah kebiasaan jelek! ...

Mengupil, buang angin, tertawa nyaring, menggigit kuku adalah hal-hal yang paling bikin illfeel kalau melihat seseorang melakukannya di depan kita. Karena itu, biasakanlah selalu membersihkan wajah (termasuk hidung). Kalau seorang muslim/ah, akan lebih baik dilakukan setiap kali sebelum berwudhu.

Untuk hal-hal lain seperti tertawa bisa dilatih saat bercermin, agar menampilkan tawa yang santun tapi tetap tulus dan tidak terkesan dibuat-buat. Atau perhatikanlah teman-teman lain di sekitar kita yang tertawanya kelihatan enak dilihat, agar bisa mencontohnya.

Pelajarilah hal-hal mendasar seperti cara makan dan bicara. Cara makan tak perlu harus menguasai tatakrama makan secara keseluruhan, tapi setidaknya memahami batas-batas kesopanan, terutama bagi seorang wanita. Jangan sampai cara makan anda membuat orang yang melihatnya merasa jijik.

Hal-hal lain, pasti bisa menilainya sendiri. Berusahalah untuk memperbaikinya agar menambah point penilaian diri.

Perbanyaklah pengetahuan! ...

Sekolah tinggi dan bergelar macam-macam tak menjamin pengetahuan seseorang menjadi luas. Satu-satunya cara adalah membaca buku. Belilah buku-buku dari bermacam kategori, atau bisa juga sesekali sebuah majalah atau koran.

Ini karena saya pernah bertanya pada teman-teman cowok, jika ingin menikahi seorang wanita pilih yang cantik atau yang smart. Pilihan lebih banyak tentu yang smart, meskipun mereka lebih memimpikan yang cantik dan smart sekaligus :).

Jangan segan membaca hal-hal seperti sepakbola atau bola basket! Setidaknya harus tahu berapa jumlah pemain bola dalam satu tim, supaya ada bahan untuk dibicarakan dengan lawan jenis yang mungkin seorang penggila bola. Sangat tidak menyenangkan berbicara dengan seseorang yang kelihatan cantik dan manis, tapi kosong melompong.

Oh ya, juga tak ada salah sesekali membeli buku humor agar belajar cara melempar humor (tapi jangan yang suka meledek ya) karena orang dengan selera humor yang tinggi selalu bisa diterima di lingkungan manapun. Siapapun orangnya pasti memiliki sisi humoris yang tersembunyi, jadi kembangkanlah pengetahuan itu dalam diri sendiri.

Silaturahim, silaturahim, silaturahim! ...

Menolak hadir dalam kondangan, jelas bukan solusi terbaik. Malah akan mencegah kita dari kesempatan untuk bertemu banyak orang. Tidak mau menemani Mama atau Papa, karena menganggap acara mereka adalah acara orangtua juga prasangka yang salah.

Kalau kejadiannya seperti teman di atas, cobalah mengganti cara untuk menghadapinya. Ketika mereka bertanya kapan jodoh kita datang? Maka pancinglah lagi dengan meminta mereka untuk mencarikan teman yang mungkin bisa diperkenalkan. Begitu pula kalau orangtua yang bertanya, minta mereka memperkenalkan anak atau keponakan mereka yang mungkin cocok.

Bukankah itu membuka kesempatan lebih besar? Lagipula menemukan jodoh yang orangtuanya telah berteman baik dengan orangtua kita sendiri akan lebih mudah dalam urusan berikutnya.

Jangan merasa tersinggung ketika seseorang bertanya tentang jodoh, justru jadikanlah itu sebagai salah satu bentuk perhatian dari mereka.

Sesekali kunjungi teman-teman lama, baik perempuan maupun laki-laki. Mungkin saja ada saudara atau teman-teman mereka yang lain. Siapa tahu ada salah satunya yang menjadi calon pasangan di masa depan.

Perbaikilah penampilan ...

Walaupun sedikit, berusahalah berpenampilan lebih baik. Tak perlu harus mengorbankan banyak uang, atau mengubah penampilan dalam keseharian karena yang terpenting tetaplah kepribadian seseorang. Tampil dengan sopan, bersih dan tidak berantakan adalah syarat utama dalam pergaulan sosial.

Terakhir, tentu saja berdoa …

Dekatkanlah diri pada Allah, Sang Maha Pemberi, Pengatur Jodoh. Perbanyaklah ibadah, selain membuat akan lebih tenang, lebih sabar dan lebih rendah hati, ibadah juga akan membantu mempercepat jodoh yang datang. Ibadah juga bukan hanya tentang diri sendiri, namun juga belajar berbagi dengan sesama manusia.

Sekarang, kalau memang jodoh tetap tak juga datang meskipun sudah melakukan semua hal tersebut. Jangan panik atau takut! Mungkin inilah yang terbaik untuk saat ini, mungkin Allah sedang mempersiapkan hal yang lebih baik.

Terkadang rencana Allah lebih indah daripada perkiraan manusia. Datang sedikit terlambat, tapi insya Allah lebih membahagiakan.

Yang penting sabar, dan tetap mengisi hari-hari dengan melakukan hal-hal yang baik karena sesuai janji-Nya, bahwa pria-pria yang baik untuk wanita-wanita yang baik, demikianlah sebaliknya.

***

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More