Sabtu, 10 November 2012

SEMUA SAMA DIHADAPAN ALLAH

*SEMUA SAMA DIHADAPAN ALLAH* 
 
 
 
 
 
Itu bukan Boneka .
Itu bukan Patung .
Itu bukan Pohon Pisang .
Itu Jenazah Manusia , yang akan dikuburkan .

Setiap yang bernyawa semua pasti akan MENGHADAPI KEMATIAN , dan Tak Seorang pun yg bisa Menolak dan Lari darinya .

Hari , Jam , Menit , bahkan Detik semua itu sudah Diatur oleh ALLAH . Gak padang Pagi , Siang , Malam kalau itu sudah ditentukan dan Dikehendaki - NYA , ALLAH tidak segan ** MENGAMBIL NYAWA kita dari Badan ini .

ALLAH gak pilih ** siapa hamba yg bakal dipanggil - NYA .
Gak pandang MUDA , GAK PANDANG TUA , kalau udah kehendak NYA ,siapapun tak mampu Menolaknya .

Jabatan , Kedudukan , Pangkat , Harta , bahkan Orang yg paling dekat dgn kita , Mereka pun tak mampu menolong kita .

Hanya AMAL IBADAHLAH penolong kita nantinya . Tapi Bagaimana dgn AMAL IBADAH kita saat ini ,,,,????
Sudah cukupkah Untuk Bekal kita kelak diAkhirat ,,,????
Sedangkan kita sampai sekarang pun masih belum Cukup Bekal .

* MEMENTINGKAN MASALAH DUNIAWI ITU LEBIH DIUTAMAKAN , DARIPADA MEMENTINGKAN BEKAL DIAKHIRAT * Inilah salah Satu KELALAIAN kita ,,,!

* BELAJAR TIDAK TERLALU MENCINTAI DUNIA YG HANYA FATA MURGANA INI ,Mungkin akan menjadikan kita lebih CINTA PD AKHIRAT .

* ESOK PASTINYA ADA , TAPI ESOK BELUM TENTU UNTUK KITA ,,!!!!.

Salam Santun Ukhuwah Fillah .

KISAH PEMULUNG YANG BERHIJAB

KISAH PEMULUNG YANG BERHIJAB

 
 
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Terlihat wajah semangat yang berlumur air keringat, terlihat seorang mahasiswi dengan nama Asma (nama samaran, maaf nama dan identitasnya terpaksa kami rahasiakan). Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi di salah satu Universitas di daerah Tangerang. Dia adalah mahasiswi semester 1 jur
usan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswi TERPANDAI di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu alasan Asma kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Asma menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di Universitas tersebut. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.
Rumah Asma jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di daerah Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Asma menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal dengannya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)

Asma sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Asma kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan di salah satu stasiun TV sore kemarin (26/5/2008). Di stasiun TV lain juga disiarkan hari selasa kemarin. Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

Asma menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya. Ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling . Sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri. Adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama.

Pada tahun 1994, dengan ekonomi yang pas-pasan Asma bersama keluarganya mengotrak rumah sangat sederhana di daerah Cengkareng. Orang tua Asma menggeluti usaha rempeyek untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang memang hasilnya tidak menjanjikan. Disela kehidupan yang cukup prihatin, Asma, yang pada waktu itu masih berusia 4 tahun menunjukan potensi dirinya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Dalam usia yang sedini ini, ia memaksa orang tuanya untuk memohon kepada kepala sekolah SD agar menerimanya sebagai murid kelas 1. Hasilnya menggembirakan, ia tidak mengalami masalah dan bahkan dapat naik ke kelas 2 dengan hasil yang memuaskan.

Saat Asma beranjak kelas dua, yaitu tahun 1996 Asma bersama keluarga hijrah ke daerah Bogor. keluarga mereka membuka usaha warung makanan dengan modal yang pas-pasan. Setahun berjalan, usaha itu bangkrut. Hingga untuk bisa bertahan hidup mereka hanya mengkonsumsi bubur atau singkong. Hal itu berlanjut hingga lima tahun.
Suatu hari, ada seorang teman ayah Asma yang memberitahu bahwa gelas dan botol bekas air mineral dapat dijadikan uang . Saat itu juga serentak seluruh keluarga mengumpulkan gelas dan botol bekas air mineral. Hampir setiap hari keluarga mereka berbondong-bondong keluar sambil membawa karung dan terkadang pulang hingga jam tiga pagi. Gelas bekas yang dikumpulkannya ini dihargai delapan ribu rupiah untuk setiap kilonya. Dalam sehari Asma dapat mengumpulkan sebanyak satu karung gelas plastik bekas atau seberat satu kilo gram.

Dari usaha yang baru ini membawa sedikit angin segar bagi keluarga Asma, terlebih bagi dirinya sendiri yang memang sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya. Dalam keadaan yang sulit sekalipun prestasi belajarnya cukup menggembirakan. Semenjak SD hingga SMU Asma selalu mendapat peringkat tiga besar. Sebelum meninggalkan bangku SMU ia pernah mendapat juara 2 lomba puisi dan ia pun masuk kedalam sepuluh besar lomba membawakan berita pada peringatan hari bahasa pada waktu itu. Pada bangku kuliah pun ia masuk dalam peringkat sepuluh besar pada universitas Pamulang jurusan akuntansi. Potensi inilah yang membakar semangatnya dan memperoleh dukungan keluarga untuk terus belajar.
Tahun ajaran 2007-2008 masih dalam keadaan cukup prihatin Asma memberanikan diri mencicipi bangku kuliah. Tekadnya bulat untuk memilih jurusan akuntansi yang dalam benaknya dapat memudahkan mencapai cita-citanya untuk dapat bekerja pada Perusahaan besar. Dengan biaya kuliah Rp. 900.000 per semester dapat dicicilnya setiap bulan sebesar Rp. 150.000. Jadi, apabila ia ingin kuliah maka ia pun harus bekerja keras siang malam.

Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat Asma dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Asma yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di salah satu kegiataan mahasiswa muslim. Keprihatinan yang dialami keluarga Asma baru diketahui ketika kawan-kawannya berkunjung ke rumahnya. Semenjak itu, ia semakin mendapat perhatian dari pengurus kegiatan dan kawan-kawannya dengan memberinya bantuan yang memang jumlahnya belum cukup signifikan.

Ust. Fulan, salah seorang Pembina kegiatan merekomendasikan Asma untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Asma lolos menjadi anggota program BEA MAHAKARYA DPU DT. Dalam program BEA MAHAKARYA ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya kedepan. Asma terlihat semakin optimis mengejar cita-citanya. Selain itu pula atas usaha dan dukungan kawan-kawannya ia dapat diliput dibeberapa media cetak dan elektronik yang mudah mudahan dapat dijadikan pintu keluar bagi keprihatinan yang ia alami sekeluarga selama ini.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Jumat, 09 November 2012

( AKHIR ZAMAN ) ...MODERNISASI BANGGA AURAT

( AKHIR ZAMAN ) ...MODERNISASI BANGGA AURAT...
By. Yusuf Mansur Network
  Sahabat, Wanita adalah korban. Korban yang udah dibohongin mentah- mentah dengan konsep dan pikiran peradaban barat yang dikuasai zionis yahudi yang jelas- jelas nggak bener. Mereka berniat membuat wanita sebagai bahan pemanis yang setiap saat bisa di pajang atau di delete, bisa di pelototin dengan gratis, dan kalau udah puas bisa ditinggal deh kapan aja. Dan celakanya, banyak yang mau ngikutin mereka. Dan nggak hanya suka, mereka malah merasa bangga lagi, astagfirullah...

Ini persis banget dengan yang telah disabdakan Rasulullah salallahu alaihi wassalam, "Tidak akan kiamat sebelum umatku mengikuti apa- apa yang telah dilakukan bangsa- bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta. Diantara para sahabat ada yang bertanya, ya rasulullah apakah yang dimaksud disini adalah bangsa- bangsa Yahudi dan Nasrani? Rasulullah menjawab : Siapa lagi (kalau bukan mereka)
(HR. Bukhari)

Selain itu, peran media juga nggak kalah tangguh dalam menggalakkan ajang- ajang lomba yang menjanjikan ketenaran dan uang, yang akhirnya banyak menyedot perhatian. Nggak cuma buat yang ikut serta, tapi juga para penontonnya. Terbukti, lewat media itulah pengaruh habis- habisan di sebarkan.

Mereka nggak perduli walau disana mereka di suruh "buka- bukaan" habis- habisan atau didandani macam lenong, yang penting popularitas dan uang ada di genggaman. Memang banyak yang akhirnya "berhasil". Tapi.... apa mereka bahagia ? nggak juga tuch. Semua hal dunia yang mereka punya nyatanya menjamin mereka tenang dan happy. Buktinya, banyak yang hidupnya makin nggak jelas. Narkoba, seks bebas, dan dunia malam adalah contoh kecil dari kegiatan mereka selanjutnya. Sayang banget, kesemua hal itu ternyata malah makin menyengsarakan mereka.

Itu baru di dunia. Diakherat malah bakalan lebih dahsyat. Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Dua golongan dari penghuni neraka yang belum aku temui; suatu kaum yang selalu membawa cemeti bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya dia memukuli manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, cenderung tidak taat, berjalan melenggak-lenggok, rambut mereka seperti punuk onta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga tercium dari jarak sekian. (HR. Muslim)

Ingatlah tentang firman Allah dalam QS Al-Ahzab ayat 59 berikut, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.

Allah selalu tahu yang terbaik buat kita, jadi nggak ada alasan buat kita untuk jadi pembangkang. Tutup aurat kamu dengan rapi, dan tunjukkan pada dunia kalo wanita Muslimah itu berharga..

KALAU JODOH TAK JUGA DATANG

... KALAU JODOH TAK JUGA DATANG ...

 
 
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... “Lebaran Haji akan datang, artinya akan banyak undangan kawinan. Siap-siap untuk menjawab pertanyaan, kapan jodohku datang? Lebih baik jangan ke kondangan, daripada kebingungan” (maksudnya lebaran haji yang baru saja lalu sahabat -red-)

Kata-kata itu adalah status dari seorang teman di facebook saya. Mungkin itu curhatnya, tapi

ide untuk mengeluarkan dalam bahasa yang kocak benar-benar bisa membuat tersenyum.

Tak perlu merisaukan kapan si jodoh ditemukan. Sama seperti rezeki, mati dan hidup seseorang, jodoh juga tak bisa diperkirakan kapan datangnya. Kalau malah risau, atau pusing terus mengenai jodoh dan akhirnya membuat pekerjaan lain terbengkalai lebih baik tak usah dipikirkan.

Kalau memang benar-benar ingin segera berjodoh, jangan memandang ‘keluar’ tapi lebih baik perbaiki diri sendiri. Coba pelajari kekurangan diri, siapa tahu masih bisa diperbaiki. Memang benar, kalau jodoh yang baik itu akan menerima kita apa adanya. Tapi apa salahnya memperbaiki kekurangan kita?

Ada beberapa yang bisa dilakukan setidaknya agar si jodoh cepat datang.

Ubah kebiasaan jelek! ...

Mengupil, buang angin, tertawa nyaring, menggigit kuku adalah hal-hal yang paling bikin illfeel kalau melihat seseorang melakukannya di depan kita. Karena itu, biasakanlah selalu membersihkan wajah (termasuk hidung). Kalau seorang muslim/ah, akan lebih baik dilakukan setiap kali sebelum berwudhu.

Untuk hal-hal lain seperti tertawa bisa dilatih saat bercermin, agar menampilkan tawa yang santun tapi tetap tulus dan tidak terkesan dibuat-buat. Atau perhatikanlah teman-teman lain di sekitar kita yang tertawanya kelihatan enak dilihat, agar bisa mencontohnya.

Pelajarilah hal-hal mendasar seperti cara makan dan bicara. Cara makan tak perlu harus menguasai tatakrama makan secara keseluruhan, tapi setidaknya memahami batas-batas kesopanan, terutama bagi seorang wanita. Jangan sampai cara makan anda membuat orang yang melihatnya merasa jijik.

Hal-hal lain, pasti bisa menilainya sendiri. Berusahalah untuk memperbaikinya agar menambah point penilaian diri.

Perbanyaklah pengetahuan! ...

Sekolah tinggi dan bergelar macam-macam tak menjamin pengetahuan seseorang menjadi luas. Satu-satunya cara adalah membaca buku. Belilah buku-buku dari bermacam kategori, atau bisa juga sesekali sebuah majalah atau koran.

Ini karena saya pernah bertanya pada teman-teman cowok, jika ingin menikahi seorang wanita pilih yang cantik atau yang smart. Pilihan lebih banyak tentu yang smart, meskipun mereka lebih memimpikan yang cantik dan smart sekaligus :).

Jangan segan membaca hal-hal seperti sepakbola atau bola basket! Setidaknya harus tahu berapa jumlah pemain bola dalam satu tim, supaya ada bahan untuk dibicarakan dengan lawan jenis yang mungkin seorang penggila bola. Sangat tidak menyenangkan berbicara dengan seseorang yang kelihatan cantik dan manis, tapi kosong melompong.

Oh ya, juga tak ada salah sesekali membeli buku humor agar belajar cara melempar humor (tapi jangan yang suka meledek ya) karena orang dengan selera humor yang tinggi selalu bisa diterima di lingkungan manapun. Siapapun orangnya pasti memiliki sisi humoris yang tersembunyi, jadi kembangkanlah pengetahuan itu dalam diri sendiri.

Silaturahim, silaturahim, silaturahim! ...

Menolak hadir dalam kondangan, jelas bukan solusi terbaik. Malah akan mencegah kita dari kesempatan untuk bertemu banyak orang. Tidak mau menemani Mama atau Papa, karena menganggap acara mereka adalah acara orangtua juga prasangka yang salah.

Kalau kejadiannya seperti teman di atas, cobalah mengganti cara untuk menghadapinya. Ketika mereka bertanya kapan jodoh kita datang? Maka pancinglah lagi dengan meminta mereka untuk mencarikan teman yang mungkin bisa diperkenalkan. Begitu pula kalau orangtua yang bertanya, minta mereka memperkenalkan anak atau keponakan mereka yang mungkin cocok.

Bukankah itu membuka kesempatan lebih besar? Lagipula menemukan jodoh yang orangtuanya telah berteman baik dengan orangtua kita sendiri akan lebih mudah dalam urusan berikutnya.

Jangan merasa tersinggung ketika seseorang bertanya tentang jodoh, justru jadikanlah itu sebagai salah satu bentuk perhatian dari mereka.

Sesekali kunjungi teman-teman lama, baik perempuan maupun laki-laki. Mungkin saja ada saudara atau teman-teman mereka yang lain. Siapa tahu ada salah satunya yang menjadi calon pasangan di masa depan.

Perbaikilah penampilan ...

Walaupun sedikit, berusahalah berpenampilan lebih baik. Tak perlu harus mengorbankan banyak uang, atau mengubah penampilan dalam keseharian karena yang terpenting tetaplah kepribadian seseorang. Tampil dengan sopan, bersih dan tidak berantakan adalah syarat utama dalam pergaulan sosial.

Terakhir, tentu saja berdoa …

Dekatkanlah diri pada Allah, Sang Maha Pemberi, Pengatur Jodoh. Perbanyaklah ibadah, selain membuat akan lebih tenang, lebih sabar dan lebih rendah hati, ibadah juga akan membantu mempercepat jodoh yang datang. Ibadah juga bukan hanya tentang diri sendiri, namun juga belajar berbagi dengan sesama manusia.

Sekarang, kalau memang jodoh tetap tak juga datang meskipun sudah melakukan semua hal tersebut. Jangan panik atau takut! Mungkin inilah yang terbaik untuk saat ini, mungkin Allah sedang mempersiapkan hal yang lebih baik.

Terkadang rencana Allah lebih indah daripada perkiraan manusia. Datang sedikit terlambat, tapi insya Allah lebih membahagiakan.

Yang penting sabar, dan tetap mengisi hari-hari dengan melakukan hal-hal yang baik karena sesuai janji-Nya, bahwa pria-pria yang baik untuk wanita-wanita yang baik, demikianlah sebaliknya.

***

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More