Sabtu, 10 November 2012

Bertemu Almarhum Suami, Saat Beribadah Haji

...Bertemu Almarhum Suami, Saat Beribadah Haji...

 
 Dengan mata berkaca-kaca, ibu itu bercerita pada saya tentang pertemuan dirinya dengan sang suami yang telah meninggal 3 tahun yang lalu. Pertemuan pertama saat dia berzikir di sebuah masjid, dan pertemuan kedua saat dirinya menjalankan ritual lempar jumroh.

Saat melihat suaminya, ibu itu tidak kuasa menahan tangis. Dia hanya mampu tertegun dan menangis bahagia ketika suaminya berjalan di depannya saat di masjid, dan melihat suaminya berada persis di depannya saat melempar jumroh bersama ribuan jemaah lainnya. Saat itu untuk memanggil suaminya, ibu itu tak kuasa sampai sang suami hilang dari pandangan mata.

Ibu itu melihat wujud suaminya dalam fisik yang nyata. Bukan halusinasi atau bayangan belaka. Dia sangat yakin 100% itulah suaminya. Inilah yang membuat Ibu itu sangat terharu, karena dia tahu suaminya turut hadir menemaninya saat menjalankan ibadah haji kemarin.

Tahukah anda? Ibu ini dan sang suami telah menabung selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan biaya agar bisa berangkat haji. Tapi menjelang tabungan haji mereka cukup untuk berangkat, sang suami lebih dahulu meninggal. Inilah yang membuat sedih ibu tersebut, tapi kesedihan itu akhirnya terobati setelah tahu sang suami turut bersamanya saat menjalankan ibadah haji kemarin.

Saudaraku, dari kisah ini bisa kita tarik sebuah fakta, bahwa saat kita punya sebuah niat sebenarnya Allah sudah mencatatnya. Dan saat kita berhalangan menjalankan niat tersebut, Allah punya cara sendiri untuk mewujudkannya buat kita.

Kisah ini hampir sama dengan kisah nyata yang pernah ditayangkan di sebuah televisi nasional. Seorang ibu bertemu anaknya yang telah meninggal saat dirinya menjalankan ibadah haji. Mengapa bisa terjadi? Ternyata selama hidup, anaknya punya cita-cita ingin menunaikan ibadah haji bersama ibunya. Tapi takdir berkehendak lain, sang anak meninggal lebih dahulu karena sebuah bencana alam.

Semoga kisah ini bermanfaat buat anda. Yuk mulai sekarang kita niatkan kebaikan dalam hidup kita, karena niat yang kuat sudah diperhitungkan sebagai pahala buat kita. Dan saat kita ada halangan untuk mewujudkan niat baik tersebut, Allah punya cara untuk mewujudkannya buat kita.

Kesedihan mempunyai batas

Kesedihan mempunyai batas, sedang kecemasan tidak Ada batasnya. Kita sedih hanya untuk hal yg telah terjadi, tetapi kecemasan untuk semua hal yang belum pernah terjadi...untuk menyembuhkan kecemasan: berdzikirlah, menyebut Asma Allah.."Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang."(QS.Ar-Ra’d:28).
Kesedihan mempunyai batas, sedang kecemasan tidak Ada batasnya. Kita sedih hanya untuk hal yg telah terjadi, tetapi kecemasan untuk semua hal yang belum pernah terjadi...untuk menyembuhkan kecemasan: berdzikirlah, menyebut Asma Allah.."Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang."(QS.Ar-Ra’d:28).

SEMUA SAMA DIHADAPAN ALLAH

*SEMUA SAMA DIHADAPAN ALLAH* 
 
 
 
 
 
Itu bukan Boneka .
Itu bukan Patung .
Itu bukan Pohon Pisang .
Itu Jenazah Manusia , yang akan dikuburkan .

Setiap yang bernyawa semua pasti akan MENGHADAPI KEMATIAN , dan Tak Seorang pun yg bisa Menolak dan Lari darinya .

Hari , Jam , Menit , bahkan Detik semua itu sudah Diatur oleh ALLAH . Gak padang Pagi , Siang , Malam kalau itu sudah ditentukan dan Dikehendaki - NYA , ALLAH tidak segan ** MENGAMBIL NYAWA kita dari Badan ini .

ALLAH gak pilih ** siapa hamba yg bakal dipanggil - NYA .
Gak pandang MUDA , GAK PANDANG TUA , kalau udah kehendak NYA ,siapapun tak mampu Menolaknya .

Jabatan , Kedudukan , Pangkat , Harta , bahkan Orang yg paling dekat dgn kita , Mereka pun tak mampu menolong kita .

Hanya AMAL IBADAHLAH penolong kita nantinya . Tapi Bagaimana dgn AMAL IBADAH kita saat ini ,,,,????
Sudah cukupkah Untuk Bekal kita kelak diAkhirat ,,,????
Sedangkan kita sampai sekarang pun masih belum Cukup Bekal .

* MEMENTINGKAN MASALAH DUNIAWI ITU LEBIH DIUTAMAKAN , DARIPADA MEMENTINGKAN BEKAL DIAKHIRAT * Inilah salah Satu KELALAIAN kita ,,,!

* BELAJAR TIDAK TERLALU MENCINTAI DUNIA YG HANYA FATA MURGANA INI ,Mungkin akan menjadikan kita lebih CINTA PD AKHIRAT .

* ESOK PASTINYA ADA , TAPI ESOK BELUM TENTU UNTUK KITA ,,!!!!.

Salam Santun Ukhuwah Fillah .

KISAH PEMULUNG YANG BERHIJAB

KISAH PEMULUNG YANG BERHIJAB

 
 
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Terlihat wajah semangat yang berlumur air keringat, terlihat seorang mahasiswi dengan nama Asma (nama samaran, maaf nama dan identitasnya terpaksa kami rahasiakan). Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi di salah satu Universitas di daerah Tangerang. Dia adalah mahasiswi semester 1 jur
usan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswi TERPANDAI di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu alasan Asma kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Asma menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di Universitas tersebut. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.
Rumah Asma jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di daerah Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Asma menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal dengannya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)

Asma sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Asma kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan di salah satu stasiun TV sore kemarin (26/5/2008). Di stasiun TV lain juga disiarkan hari selasa kemarin. Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

Asma menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya. Ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling . Sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri. Adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama.

Pada tahun 1994, dengan ekonomi yang pas-pasan Asma bersama keluarganya mengotrak rumah sangat sederhana di daerah Cengkareng. Orang tua Asma menggeluti usaha rempeyek untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang memang hasilnya tidak menjanjikan. Disela kehidupan yang cukup prihatin, Asma, yang pada waktu itu masih berusia 4 tahun menunjukan potensi dirinya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Dalam usia yang sedini ini, ia memaksa orang tuanya untuk memohon kepada kepala sekolah SD agar menerimanya sebagai murid kelas 1. Hasilnya menggembirakan, ia tidak mengalami masalah dan bahkan dapat naik ke kelas 2 dengan hasil yang memuaskan.

Saat Asma beranjak kelas dua, yaitu tahun 1996 Asma bersama keluarga hijrah ke daerah Bogor. keluarga mereka membuka usaha warung makanan dengan modal yang pas-pasan. Setahun berjalan, usaha itu bangkrut. Hingga untuk bisa bertahan hidup mereka hanya mengkonsumsi bubur atau singkong. Hal itu berlanjut hingga lima tahun.
Suatu hari, ada seorang teman ayah Asma yang memberitahu bahwa gelas dan botol bekas air mineral dapat dijadikan uang . Saat itu juga serentak seluruh keluarga mengumpulkan gelas dan botol bekas air mineral. Hampir setiap hari keluarga mereka berbondong-bondong keluar sambil membawa karung dan terkadang pulang hingga jam tiga pagi. Gelas bekas yang dikumpulkannya ini dihargai delapan ribu rupiah untuk setiap kilonya. Dalam sehari Asma dapat mengumpulkan sebanyak satu karung gelas plastik bekas atau seberat satu kilo gram.

Dari usaha yang baru ini membawa sedikit angin segar bagi keluarga Asma, terlebih bagi dirinya sendiri yang memang sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya. Dalam keadaan yang sulit sekalipun prestasi belajarnya cukup menggembirakan. Semenjak SD hingga SMU Asma selalu mendapat peringkat tiga besar. Sebelum meninggalkan bangku SMU ia pernah mendapat juara 2 lomba puisi dan ia pun masuk kedalam sepuluh besar lomba membawakan berita pada peringatan hari bahasa pada waktu itu. Pada bangku kuliah pun ia masuk dalam peringkat sepuluh besar pada universitas Pamulang jurusan akuntansi. Potensi inilah yang membakar semangatnya dan memperoleh dukungan keluarga untuk terus belajar.
Tahun ajaran 2007-2008 masih dalam keadaan cukup prihatin Asma memberanikan diri mencicipi bangku kuliah. Tekadnya bulat untuk memilih jurusan akuntansi yang dalam benaknya dapat memudahkan mencapai cita-citanya untuk dapat bekerja pada Perusahaan besar. Dengan biaya kuliah Rp. 900.000 per semester dapat dicicilnya setiap bulan sebesar Rp. 150.000. Jadi, apabila ia ingin kuliah maka ia pun harus bekerja keras siang malam.

Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat Asma dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Asma yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di salah satu kegiataan mahasiswa muslim. Keprihatinan yang dialami keluarga Asma baru diketahui ketika kawan-kawannya berkunjung ke rumahnya. Semenjak itu, ia semakin mendapat perhatian dari pengurus kegiatan dan kawan-kawannya dengan memberinya bantuan yang memang jumlahnya belum cukup signifikan.

Ust. Fulan, salah seorang Pembina kegiatan merekomendasikan Asma untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Asma lolos menjadi anggota program BEA MAHAKARYA DPU DT. Dalam program BEA MAHAKARYA ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya kedepan. Asma terlihat semakin optimis mengejar cita-citanya. Selain itu pula atas usaha dan dukungan kawan-kawannya ia dapat diliput dibeberapa media cetak dan elektronik yang mudah mudahan dapat dijadikan pintu keluar bagi keprihatinan yang ia alami sekeluarga selama ini.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More