Sabtu, 10 November 2012
MENGAPA BUKAN AYAH SAJA YANG MENINGGAL?
...MENGAPA BUKAN AYAH SAJA YANG MENINGGAL?...

Ia masih bocah, masih duduk di bangku kelas 3 SD
Suatu kali ustadz di kelasnya memotivasi para siswa untuk menjaga shalat jamaah shubuh
Bagi si anak, Shubuh merupakan sesuatu yg sulit bagi sang bocah
Namun sang bocah telah bertekad utk menjalankan shalat shubuh di masjid
Lalu dgn cara bagaimana anak ini memulainya?
Dibangunkan ayah? ibu? dengan alarm?...bukan!
Sang anak nekat tak tidur semalaman lantaran takut bangun kesiangan
Semalaman anak begadang, hingga tatkala adzan berkumadang, iapun ingin sgr keluar menuju masjid
Tapi...tatkala ia membuka pintu rumahnya
Suasana sangat gelap, pekat, sunyi, senyap...membuat nyalinya menjadi ciut
Tahukah Anda, apa yg ia lakukan kemudian?
tatkala itu, sang bocah mendengar langkah kaki kecil dan pelan, dengan diiringi suara tongkat memukul tanah...
Ya...ada kakek-kakek berjalan dengan tongkatnya
Sang bocah yakin, kakek itu sedang berjalan menuju masjid
maka ia mengikuti di belakangnya, tanpa sepengetahuan sang kakek.
Begitupula cara ia pulang dari masjid
Bocah itu menjadikan itu sebagai kebiasaan
begadang malam, shalat shubuh mengikuti kakek2
Dan ia tidur setelah shubuh hingga menjelang sekolah
Tak ada org tuanya yg tahu, selain hanya melihat sang bocah lbh banyak
tidur di siang hari daripada bermain. Dan ini dilakukan sang bocah agar
bs begadang malam.
Hingga suatu kali...
Terdengar kabar olehnya, kakek2 itu meninggal
Sontak, si bocah menangis sesenggukan....
Sang ayah heran...”Mengapa kamu menangis, nak? Ia bukan kakekmu...bukan siapa-siapa kamu!”
Saat si ayah mengorek sebabnya, sang bocah justru berkata, “kenapa bukan ayah saja yang meninggal?”
“A’udzu billah..., kenapa kamu berbicara seperti itu?” kata sang ayah heran.
Si bocah berkata, “Mendingan ayah saja yg meninggal, karena ayah tidak
pernah memangunkan aku shalat Shubuh, dan mengajakkku ke masjid. ..
Sementara kakek itu....setiap pagi saya bisa berjalan di belakangnya untuk shalat jamaah Shubuh.”
ALLAHU AKBAR! Menjadi kelu lidah sang ayah, hingga tak kuat menahan tangisnya.
Kata-kata anak tersebut mampu merubah sikap dan pandangan sang ayah,
hingga membuat sang ayah sadar sebagai pendidik dari anaknya, dan lebih
dari itu sebagai hamba dari Pencipta-Nya yg semestinya taat menjalankan
perintah-Nya. Sang ayah rajin shalat berjamaah karena dakwah dari
anaknya..
Sebhanallah
Semoga bermanfaat
...MENGAPA BUKAN AYAH SAJA YANG MENINGGAL?...

Ia masih bocah, masih duduk di bangku kelas 3 SD
Suatu kali ustadz di kelasnya memotivasi para siswa untuk menjaga shalat jamaah shubuh
Bagi si anak, Shubuh merupakan sesuatu yg sulit bagi sang bocah
Namun sang bocah telah bertekad utk menjalankan shalat shubuh di masjid
Lalu dgn cara bagaimana anak ini memulainya?
Dibangunkan ayah? ibu? dengan alarm?...bukan!
Sang anak nekat tak tidur semalaman lantaran takut bangun kesiangan
Semalaman anak begadang, hingga tatkala adzan berkumadang, iapun ingin sgr keluar menuju masjid
Tapi...tatkala ia membuka pintu rumahnya
Suasana sangat gelap, pekat, sunyi, senyap...membuat nyalinya menjadi ciut
Tahukah Anda, apa yg ia lakukan kemudian?
tatkala itu, sang bocah mendengar langkah kaki kecil dan pelan, dengan diiringi suara tongkat memukul tanah...
Ya...ada kakek-kakek berjalan dengan tongkatnya
Sang bocah yakin, kakek itu sedang berjalan menuju masjid
maka ia mengikuti di belakangnya, tanpa sepengetahuan sang kakek.
Begitupula cara ia pulang dari masjid
Bocah itu menjadikan itu sebagai kebiasaan
begadang malam, shalat shubuh mengikuti kakek2
Dan ia tidur setelah shubuh hingga menjelang sekolah
Tak ada org tuanya yg tahu, selain hanya melihat sang bocah lbh banyak tidur di siang hari daripada bermain. Dan ini dilakukan sang bocah agar bs begadang malam.
Hingga suatu kali...
Terdengar kabar olehnya, kakek2 itu meninggal
Sontak, si bocah menangis sesenggukan....
Sang ayah heran...”Mengapa kamu menangis, nak? Ia bukan kakekmu...bukan siapa-siapa kamu!”
Saat si ayah mengorek sebabnya, sang bocah justru berkata, “kenapa bukan ayah saja yang meninggal?”
“A’udzu billah..., kenapa kamu berbicara seperti itu?” kata sang ayah heran.
Si bocah berkata, “Mendingan ayah saja yg meninggal, karena ayah tidak pernah memangunkan aku shalat Shubuh, dan mengajakkku ke masjid. ..
Sementara kakek itu....setiap pagi saya bisa berjalan di belakangnya untuk shalat jamaah Shubuh.”
ALLAHU AKBAR! Menjadi kelu lidah sang ayah, hingga tak kuat menahan tangisnya.
Kata-kata anak tersebut mampu merubah sikap dan pandangan sang ayah, hingga membuat sang ayah sadar sebagai pendidik dari anaknya, dan lebih dari itu sebagai hamba dari Pencipta-Nya yg semestinya taat menjalankan perintah-Nya. Sang ayah rajin shalat berjamaah karena dakwah dari anaknya..
Sebhanallah
Semoga bermanfaat
Lalu dgn cara bagaimana anak ini memulainya?
Dibangunkan ayah? ibu? dengan alarm?...bukan!
Sang anak nekat tak tidur semalaman lantaran takut bangun kesiangan
Semalaman anak begadang, hingga tatkala adzan berkumadang, iapun ingin sgr keluar menuju masjid
Tapi...tatkala ia membuka pintu rumahnya
Suasana sangat gelap, pekat, sunyi, senyap...membuat nyalinya menjadi ciut
Tahukah Anda, apa yg ia lakukan kemudian?
tatkala itu, sang bocah mendengar langkah kaki kecil dan pelan, dengan diiringi suara tongkat memukul tanah...
Ya...ada kakek-kakek berjalan dengan tongkatnya
Sang bocah yakin, kakek itu sedang berjalan menuju masjid
maka ia mengikuti di belakangnya, tanpa sepengetahuan sang kakek.
Begitupula cara ia pulang dari masjid
Bocah itu menjadikan itu sebagai kebiasaan
begadang malam, shalat shubuh mengikuti kakek2
Dan ia tidur setelah shubuh hingga menjelang sekolah
Tak ada org tuanya yg tahu, selain hanya melihat sang bocah lbh banyak tidur di siang hari daripada bermain. Dan ini dilakukan sang bocah agar bs begadang malam.
Hingga suatu kali...
Terdengar kabar olehnya, kakek2 itu meninggal
Sontak, si bocah menangis sesenggukan....
Sang ayah heran...”Mengapa kamu menangis, nak? Ia bukan kakekmu...bukan siapa-siapa kamu!”
Saat si ayah mengorek sebabnya, sang bocah justru berkata, “kenapa bukan ayah saja yang meninggal?”
“A’udzu billah..., kenapa kamu berbicara seperti itu?” kata sang ayah heran.
Si bocah berkata, “Mendingan ayah saja yg meninggal, karena ayah tidak pernah memangunkan aku shalat Shubuh, dan mengajakkku ke masjid. ..
Sementara kakek itu....setiap pagi saya bisa berjalan di belakangnya untuk shalat jamaah Shubuh.”
ALLAHU AKBAR! Menjadi kelu lidah sang ayah, hingga tak kuat menahan tangisnya.
Kata-kata anak tersebut mampu merubah sikap dan pandangan sang ayah, hingga membuat sang ayah sadar sebagai pendidik dari anaknya, dan lebih dari itu sebagai hamba dari Pencipta-Nya yg semestinya taat menjalankan perintah-Nya. Sang ayah rajin shalat berjamaah karena dakwah dari anaknya..
Sebhanallah
Semoga bermanfaat
INI-LAH BEBERAPA KEISTIMEWAAN SEDEKAH
... INI-LAH BEBERAPA KEISTIMEWAAN SEDEKAH ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Salah satu ibadah yang dianjurkan
Allah SWT adalah bersedekah, baik dikala lapang maupun dikala sempit.
Sebab sedekah adalah amal kebaikan sebagaimana al-Quran surah al-A’raf
ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak
Allah, yang kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan
sedekah.
Marilah kita baca hadis Rasulullah SAW;
“Sesungguhnya Allah swt itu Maha Memberi , Ia mencintai pemurah serta
akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. al-Baihaqi)
Hadis di atas juga kita bisa petik hikmahnya bahwa Islam sangat
membenci sifat pelit dan bakhil dan sifat suka meminta-minta. Tetapi
sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi dan pemurah. Sebagaimana
sabda Rasulullah SAW: “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang
di bawah.” (HR. Bukhari)
Kita sudah tidak membantah lagi
tentang keistimewaan ibadah sedekah. Sejumlah cendekiawan dan ulama
muslim mengatakan bahwa terdapat ratusan dalil yang menegaskan bahwa
Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda dan memuliakan kaum yang
bersedekah.
Mengutip kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, terdapat keutamaan bersedekah antara lain:
Pertama, sedekah dapat menghapus dosa ...
Pernyataan ini diperkuat dengan dalil hadist Rasulullah saw,
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR
Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).
Pengampunan dosa ini tentu saja disertai taubat sepenuh hati, dan
tidak kembali melakukan perbuatan-perbuatan tercela serta terhina
seperti sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri,
berbuat curang, atau mengambil harta anak yatim.
Kedua, bersedekah memberikan keberkahan pada harta yang kita miliki ...
Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah saw yang berbunyi, “Harta
tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti
akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim).
Ketiga, Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah ...
Hal ini sebagaimana janji Allah SWT di dalam al-Quran.
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun
perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan
dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala
yang banyak.” (Qs; al-Hadid: 18)
Keempat, terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah ...
Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga.
“ Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia
berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan
dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka
akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang
gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR Bukhari).
Dan terakhir, orang yang sering bersedekah dapat membebaskan dari
siksa kubur. Rasulullah saw bersabda, “Sedekah akan memadamkan api
siksaan di dalam kubur.” (HR Thabrani)
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Jika Aku Jatuh Cinta
Ya
Allah..jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk
mencintaiMu.."
Ini Dia Laki-laki Sejati !!!
Bagi
yang single: Laki-laki sejati berani bilang "Ayo nikah..!" Laki-laki
sejati berani datang pada orang tua, laki-laki sejati berani tentuin
tanggal nikah, laki-laki sejati dengan kerendahan hati mengucap, "saya
terima nikahnya dengan maskawin tunai.." Buktikan..wahai laki-laki
sejati..!
Pelajaran Indah dari sosok Padi
"Pelajaran Indah dari sosok Padi"
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Bismillahirr Rahmanirr Rahim...
Lihatlah mereka bisa berdiri kokoh di atas lumpur basah karena saling
berpegangan sama saudaranya, hidup rukun dan saling menguatkan. mereka
hidup hanya sebentar, tapi dari waktu yang singkat itu mereka bisa
membuat manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia dan mahluk lain
disek
itarnya.
Perhatikan saja, padi rela tikus tikus yang
diam diam mencuri buahnya, menjadi rumah ikan dan belalang yang
terlelap dimalam hari, bahkan dia rela jika kambing dan lembu memakan
tubuhnya. tidak hanya itu setelah tubuhnya menguning, kering lalu busuk
diterpa musim beliau masih memberikan manfaat kepada tanah dengan
menjadikan dirinya sebagai pupuk alami.
Subhanallah ini bagian dari ayat ayat Allah yang terhampar di seluruh bagian dunia ini.
Tidak hanya itu, ada satu keindahan yang ia isyaratkan menjelang
kedewasaannya. Padi, hampir dikeseluruhan hidupnya memberi ketenangan
kepada petani yang menatapnya, ketika ia mulai menguning petani bahagia
memandanginya dari surau kecil selepas ashar atau di antara embun embun
subuh.
Dalam pribadi padi juga terdapat pelajaran yang indah,
lihat saja; padi yang mulai berisi dia menunduk, sama sekali tidak
takabur, dia semakin menunduk dari hari kehari mempersiapkan dirinya
hingga dia benar benar matang untuk kemudian di ambil petani sebagai
makanan, sebagiannya disemai kembali.
Jika ada salah satu padi
itu yang berdiri congkak, dapat dipastikan petani tidak menghiraukannya
karena dia memang kosong (seperti manusia tidak berilmu).
Dengan sendirinya ia mengisyaratkan bahwa orang sombong itu bukan hanya
dibenci tuhannya, tetapi kosong. karena manusia yg semakin berilmu dia
akan semakin tahu dan tersadar, bahwa begitu banyak hal yang belum ia
ketahui di dunia ini.
Kadang dalam hati kita yang tersembunyi merasa riya setelah bisa memberi manfaat kepada saudara kita.
lalu lihatlah lagi mahluk Allah ini, padi tidak pernah berorasi
menyombongkan manfaatnya, dia cukup diam, tapi lihatlah. dia begitu
populer dan disukai banyak orang di seluruh permukaan bumi ini.
Jika kita teliti lebih jauh lagi, padi itu hidup berkelompok kelompok
tapi rukun. kelompok satu dan kelompok lain saling menguatkan dan
berpegangan agar kuat ketika ada angin atau badai yg menghantamnya,
lihat saja mereka begitu kuat padahal akarnya hanya menempel dilumpur.
Mereka kuat karena tidak menghiraukan perbedaan kualitas atau jenis,
lihat saja satu padi yg berdiri sendiri atau terpisah dari saudaranya.
dia lemah, ketika buahnya mulai matang dia akan terjatuh, dia butuh
sandaran..
Lagi lagi satu pelajaran, bahwasannya kita butuh
seseorang dalam hidup ini untuk bersandar, menjalin ukhuwwah dan
berserikat agar kuat.
SUBHANALLAH....!!!
Semoga bermanfaat,
Salam santun dan ukhuwah fillah ^^
itarnya.
Perhatikan saja, padi rela tikus tikus yang diam diam mencuri buahnya, menjadi rumah ikan dan belalang yang terlelap dimalam hari, bahkan dia rela jika kambing dan lembu memakan tubuhnya. tidak hanya itu setelah tubuhnya menguning, kering lalu busuk diterpa musim beliau masih memberikan manfaat kepada tanah dengan menjadikan dirinya sebagai pupuk alami.
Subhanallah ini bagian dari ayat ayat Allah yang terhampar di seluruh bagian dunia ini.
Tidak hanya itu, ada satu keindahan yang ia isyaratkan menjelang kedewasaannya. Padi, hampir dikeseluruhan hidupnya memberi ketenangan kepada petani yang menatapnya, ketika ia mulai menguning petani bahagia memandanginya dari surau kecil selepas ashar atau di antara embun embun subuh.
Dalam pribadi padi juga terdapat pelajaran yang indah, lihat saja; padi yang mulai berisi dia menunduk, sama sekali tidak takabur, dia semakin menunduk dari hari kehari mempersiapkan dirinya hingga dia benar benar matang untuk kemudian di ambil petani sebagai makanan, sebagiannya disemai kembali.
Jika ada salah satu padi itu yang berdiri congkak, dapat dipastikan petani tidak menghiraukannya karena dia memang kosong (seperti manusia tidak berilmu).
Dengan sendirinya ia mengisyaratkan bahwa orang sombong itu bukan hanya dibenci tuhannya, tetapi kosong. karena manusia yg semakin berilmu dia akan semakin tahu dan tersadar, bahwa begitu banyak hal yang belum ia ketahui di dunia ini.
Kadang dalam hati kita yang tersembunyi merasa riya setelah bisa memberi manfaat kepada saudara kita.
lalu lihatlah lagi mahluk Allah ini, padi tidak pernah berorasi menyombongkan manfaatnya, dia cukup diam, tapi lihatlah. dia begitu populer dan disukai banyak orang di seluruh permukaan bumi ini.
Jika kita teliti lebih jauh lagi, padi itu hidup berkelompok kelompok tapi rukun. kelompok satu dan kelompok lain saling menguatkan dan berpegangan agar kuat ketika ada angin atau badai yg menghantamnya, lihat saja mereka begitu kuat padahal akarnya hanya menempel dilumpur.
Mereka kuat karena tidak menghiraukan perbedaan kualitas atau jenis, lihat saja satu padi yg berdiri sendiri atau terpisah dari saudaranya. dia lemah, ketika buahnya mulai matang dia akan terjatuh, dia butuh sandaran..
Lagi lagi satu pelajaran, bahwasannya kita butuh seseorang dalam hidup ini untuk bersandar, menjalin ukhuwwah dan berserikat agar kuat.
SUBHANALLAH....!!!
Semoga bermanfaat,
Salam santun dan ukhuwah fillah ^^
Pacaran itu....???
Seseorang yg memilih berpacaran adalah seseorang yg sangat PEMBERANI..
Bagaimana tidak??
dia berani menanggung luka jika suatu saat pacarnya mengkhianatinya..
dia berani menanggung kekecewaan karna berharap kpada seseorang yg belum tentu jadi jodohnya..
dia berani tersiksa rindu dan curiga jika sang pacar jauh tak ada kabarnya..
dia berani melanggar batasan dan norma agama..
dia berani menjadikan dosa yg sudah banyak bertambah banyaknya..
dia berani menjadikan pacarnya sebanding dg Rabb-nya..
dia berani melanggar apa yg di larang meski Jahannam adalah ancaman..
Sungguh, kami hanya seseorang pengecut yg bernyali ciut..
Biarlah kami sendiri dalam penantian ini..
Bagaimana tidak??
dia berani menanggung luka jika suatu saat pacarnya mengkhianatinya..
dia berani menanggung kekecewaan karna berharap kpada seseorang yg belum tentu jadi jodohnya..
dia berani tersiksa rindu dan curiga jika sang pacar jauh tak ada kabarnya..
dia berani melanggar batasan dan norma agama..
dia berani menjadikan dosa yg sudah banyak bertambah banyaknya..
dia berani menjadikan pacarnya sebanding dg Rabb-nya..
dia berani melanggar apa yg di larang meski Jahannam adalah ancaman..
Sungguh, kami hanya seseorang pengecut yg bernyali ciut..
Biarlah kami sendiri dalam penantian ini..
CATATAN MALAM MINGGU
"CATATAN MALAM MINGGU"
"Eh, kamu kok cantik banget sih? Sukaaaa sekali aku. Ehmm...Jadi naksir berat nih! Btw, mau gak kamu jadi pacar aku?"
Begitulah kebanyakan ungkapan hati kebanyakan lelaki yang sering kita jumpai di zaman sekarang.
Dan sangat jarang sekali seorang lelaki mengungkapkan perasaan hatinya seperti di bawah ini.
"Aku menyukai pribadimu. Aku jatuh hati padamu. Maukah engkau menjadi
calon makmumku nanti? Jika engkau mau, aku segera menemui kedua orang
tuamu."
Hmmm...
Andai saja banyak lelaki mengungkapkan cintanya dengan kalimat-kalimat seperti itu..
Andai saja banyak lelaki yang tidak mengajak seorang wanita untuk
sekedar menjadikannya sebagai pacar dengan tanpa komitmen yang jelas..
Pasti kaum wanita akan merasa bahagia dan dengan senang hati akan
menyambutnya. Karena tiada yang lebih membahagiakan hati seorang wanita
selain menyambut kehadiran seorang pasangan hidup seorang lelaki yang
dapat memuliakannya.
Karena lelaki yang baik adalah..
✔ Yang benar-benar mau menunjukkan sifat muslimnya.
✔ Yang benar-benar tidak ingin menodai kesucian wanita yang dicintainya.
✔ Yang benar-benar mau menghargai dan memuliakan kaum wanita.
✔ Yang tak akan menjerumuskan seorang wanita kedalam jurang kemaksiatan.
Akan tetapi..
✔ Ia akan senantiasa menjaga, membimbing dan menasehatinya untuk tetap berpegang teguh di jalan-Nya.
✔ Ia tak hanya sekedar mencari kesenangan sesaat.
✔ Ia tidak hanya sekedar menuruti hawa nafsu yang ada dalam dirinya.
Akan tetapi sebaliknya..
Ia punya komitmen yang jelas. Ia punya tujuan mulia ketika mulai menyukai dan mencintai seorang wanita.
Yaitu membangun sebuah rumah tangga sebagai salah satu penyempurna
ibadah kepada-Nya. Dan memimpikan sebuah keluarga sakinah, mawaddah
warahmah yang selalu dinaungi Ridha-Nya.
Dan sangat jarang sekali seorang lelaki mengungkapkan perasaan hatinya seperti di bawah ini.
"Aku menyukai pribadimu. Aku jatuh hati padamu. Maukah engkau menjadi calon makmumku nanti? Jika engkau mau, aku segera menemui kedua orang tuamu."
Hmmm...
Andai saja banyak lelaki mengungkapkan cintanya dengan kalimat-kalimat seperti itu..
Andai saja banyak lelaki yang tidak mengajak seorang wanita untuk sekedar menjadikannya sebagai pacar dengan tanpa komitmen yang jelas..
Pasti kaum wanita akan merasa bahagia dan dengan senang hati akan menyambutnya. Karena tiada yang lebih membahagiakan hati seorang wanita selain menyambut kehadiran seorang pasangan hidup seorang lelaki yang dapat memuliakannya.
Karena lelaki yang baik adalah..
✔ Yang benar-benar mau menunjukkan sifat muslimnya.
✔ Yang benar-benar tidak ingin menodai kesucian wanita yang dicintainya.
✔ Yang benar-benar mau menghargai dan memuliakan kaum wanita.
✔ Yang tak akan menjerumuskan seorang wanita kedalam jurang kemaksiatan.
Akan tetapi..
✔ Ia akan senantiasa menjaga, membimbing dan menasehatinya untuk tetap berpegang teguh di jalan-Nya.
✔ Ia tak hanya sekedar mencari kesenangan sesaat.
✔ Ia tidak hanya sekedar menuruti hawa nafsu yang ada dalam dirinya.
Akan tetapi sebaliknya..
Ia punya komitmen yang jelas. Ia punya tujuan mulia ketika mulai menyukai dan mencintai seorang wanita.
Yaitu membangun sebuah rumah tangga sebagai salah satu penyempurna ibadah kepada-Nya. Dan memimpikan sebuah keluarga sakinah, mawaddah warahmah yang selalu dinaungi Ridha-Nya.
Jembatan Neraka Lebih Tipis Dari Rambut Lebih Tajam Dari Pedang
...Jembatan Neraka Lebih Tipis Dari Rambut Lebih Tajam Dari Pedang...
Bimillahi minal Awwali wal Akhiri ... Salah satu peristiwa dahsyat yg
bakal dialami oleh setiap orang yg telah mengucapkan ikrar syahadat
Tauhid ialah keharusan menyeberangi suatu jembatan yg dibentangkan
diatas kedua punggung neraka jahannam. Ia tidak saja dialami oleh ummat
Islam dari kalangan Ummat Nabi Muhammad shalallahu '
alaih
wa sallam, melainkan semua orang beriman dari ummat para Nabi
sebelumnya juga wajib mengalaminya. Peristiwa ini akan dialami oleh
setiap orang beriman, baik mereka yg imannya sejati maupun yg berbuat
banyak maksiat termasuk kaum munafiq. Menurut sebagian tafsir peristiwa
menyeberangi jembatan di atas neraka telah diisyaratkan Allah di dalam
Al-Qur'anul Karim.
"Tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yg sudah ditetapkan. Kemudian kami menyelamatkan orang2 yg bertaqwa dan membiarkan orang2 zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS Maryam ayat 71).
Maksud dari kata "MENDATANGI" ialah melintas diatas Neraka Jahannam dg menyeberangi jembatan tersebut. Semua orang beriman (bagaimanapun kualitas imannya) pasti mengalaminya. Hanya saja Allah jamin keselematan bagi mereka yg imannya sejati (orang2 bertaqwa). Dan adapun mereka yg imannya bermasalah (orang2 zalim/kaum munafiq) akan tergelincir ke dalam Neraka Jahannam saat melintasinya.
Dalam sebuah hadits bahkan secara lebih detail Nabi shalallahu 'alaih wa sallam menggambarkan keadaan jembatan dimaksud. Jembatan itu lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang. Laa haula walaa quwwata illa billaah. Betapa sulitnya bagi kita utk menyeberang diatasnya. Tetapi Allah Maha Perkasa sekaligus Maha Bijaksana Allah akan berikan bekal bagi orang2 yg imannya sejati utk sanggup melintas diatas jembatan tersebut. Beginilah gambaran Rasulullah shalallahu 'alaih wa sallam mengenai jembatan tersebut dg kejadian2 yg menyertainya.
" Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yg lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Diatasnya ada besi2 yg berpengait dan duri2 yg mengambil siapa saja yg dikehendaki Allah. Dan manusia diatas jembatan itu ada yg (melintas) laksana kilat dan ada yg laksana kedipan mata dan ada yg laksana kuda yg berlari kencang dan ada yg laksana onta berjalan. Dan para malaikat berkata; " Ya Allah, selamatkanlah. Selamatkanlah." Maka ada yg selamat, ada yg tercabik-cabik lalu diselamatkan dan juga ada yg digulung dalam neraka diatas wajahnya." (HR Ahmad 23649).
Jadi, menurut hadits diatas ada mereka yg bakal menyeberanginya dg selamat dan ada yg menyeberanginya dg selamat namun harus mengalami luka2 dikarenakan terkena sabetan duri2 yg mencabik-cabik tubuhnya. Lalu ada pula mereka yg gagal menyeberanginya hingga ujung. Mereka terpeleset, tergelincir sehingga terjatuh dan terjerembab dg wajahnya ke dlm neraka yg menyala-nyala di bawah jembatan. Na'udzubillahi min dzaalika..!
Lalu bagaimana seseorang dapat menyeberanginya dg selamat? Nabi shalallahu 'alaih wa sallam menjelaskan bahwa pada saat peristiwa menegangkan itu sedang berlangsung para Nabi dan para Malaikat sibuk mendo'akan keselamatan bagi orang2 beriman. Mereka berdo'a; "Rabb saliim. Rabbi saliim. (Ya Rabbi, selamatkanlah. Ya Rabbi, selamatkanlah)." Selanjutnya Allah akan memberikan cahaya bagi setiap orang. Baik mereka yg beriman sejati, mereka yg banyak berbuat dosa, maupun yg munafik sama2 memperolehnya. Namun ketika melintasi jembatan tersebut orang2 yg imannya emas akan terus ditemani dan diterangi oleh cahaya tersebut hingga selamat sampai ke ujung penyeberangan. Sedangkan orang2 munafik hanya sampai setengah perjalanan melintas jembatan tersebut tiba2 Allah mencabut cahaya yg tadinya menerangi mereka sehingga mereka berada dalam kegelapan lalu terjatuhlah mereka dari atas jembatan shirath ke dalam api menyala-nyala Neraka Jahannam. Na'udzubillaahi min dzaalika...!
" Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dg nama-nama mereka ada tirai penghalang dariNya. Adapun diatas jembatan Allah memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafik. Bila mereka telah berada ditengah jembatan, Allah pun segera merampas cahaya orang2 munafik. Mereka menyeru kepada orang2 beriman: " Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu." (QS Al-Hadid ayat 13).
Dan berdo'alah orang2 beriman: " Ya Rabbi kami, sempurnakanlah utk kami cahaya kami." (QS At-Tahrim ayat 8).
Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain." (HR Thabrani 11079).
Sumber Berbagai sumber
Saudaraku, sungguh pemandangan yg sangat mendebarkan. Pantaslah bila Nabi shalallahu 'alaih wa sallam menyatakan bahwa saat peristiwa menyeberangi jembatan diatas Neraka Jahannam sedang berlangsung setiap orang tidak akan ingat kepada orang lainnya. Sebab semua orang sibuk memikirkan keselamatannya masing2.
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, dan 'amal perbuatan kami dari riya dan lisan kami dari dusta serta pandangan mati kami dari khianat. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu khianat pandangan mata dan apa yg disembunyikan hati.
Aamiin Ya Rabbal'aalamiin
Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
~ o ~
Salam santun dan keep istiqomah ...
--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
"Tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yg sudah ditetapkan. Kemudian kami menyelamatkan orang2 yg bertaqwa dan membiarkan orang2 zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (QS Maryam ayat 71).
Maksud dari kata "MENDATANGI" ialah melintas diatas Neraka Jahannam dg menyeberangi jembatan tersebut. Semua orang beriman (bagaimanapun kualitas imannya) pasti mengalaminya. Hanya saja Allah jamin keselematan bagi mereka yg imannya sejati (orang2 bertaqwa). Dan adapun mereka yg imannya bermasalah (orang2 zalim/kaum munafiq) akan tergelincir ke dalam Neraka Jahannam saat melintasinya.
Dalam sebuah hadits bahkan secara lebih detail Nabi shalallahu 'alaih wa sallam menggambarkan keadaan jembatan dimaksud. Jembatan itu lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah pedang. Laa haula walaa quwwata illa billaah. Betapa sulitnya bagi kita utk menyeberang diatasnya. Tetapi Allah Maha Perkasa sekaligus Maha Bijaksana Allah akan berikan bekal bagi orang2 yg imannya sejati utk sanggup melintas diatas jembatan tersebut. Beginilah gambaran Rasulullah shalallahu 'alaih wa sallam mengenai jembatan tersebut dg kejadian2 yg menyertainya.
" Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yg lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Diatasnya ada besi2 yg berpengait dan duri2 yg mengambil siapa saja yg dikehendaki Allah. Dan manusia diatas jembatan itu ada yg (melintas) laksana kilat dan ada yg laksana kedipan mata dan ada yg laksana kuda yg berlari kencang dan ada yg laksana onta berjalan. Dan para malaikat berkata; " Ya Allah, selamatkanlah. Selamatkanlah." Maka ada yg selamat, ada yg tercabik-cabik lalu diselamatkan dan juga ada yg digulung dalam neraka diatas wajahnya." (HR Ahmad 23649).
Jadi, menurut hadits diatas ada mereka yg bakal menyeberanginya dg selamat dan ada yg menyeberanginya dg selamat namun harus mengalami luka2 dikarenakan terkena sabetan duri2 yg mencabik-cabik tubuhnya. Lalu ada pula mereka yg gagal menyeberanginya hingga ujung. Mereka terpeleset, tergelincir sehingga terjatuh dan terjerembab dg wajahnya ke dlm neraka yg menyala-nyala di bawah jembatan. Na'udzubillahi min dzaalika..!
Lalu bagaimana seseorang dapat menyeberanginya dg selamat? Nabi shalallahu 'alaih wa sallam menjelaskan bahwa pada saat peristiwa menegangkan itu sedang berlangsung para Nabi dan para Malaikat sibuk mendo'akan keselamatan bagi orang2 beriman. Mereka berdo'a; "Rabb saliim. Rabbi saliim. (Ya Rabbi, selamatkanlah. Ya Rabbi, selamatkanlah)." Selanjutnya Allah akan memberikan cahaya bagi setiap orang. Baik mereka yg beriman sejati, mereka yg banyak berbuat dosa, maupun yg munafik sama2 memperolehnya. Namun ketika melintasi jembatan tersebut orang2 yg imannya emas akan terus ditemani dan diterangi oleh cahaya tersebut hingga selamat sampai ke ujung penyeberangan. Sedangkan orang2 munafik hanya sampai setengah perjalanan melintas jembatan tersebut tiba2 Allah mencabut cahaya yg tadinya menerangi mereka sehingga mereka berada dalam kegelapan lalu terjatuhlah mereka dari atas jembatan shirath ke dalam api menyala-nyala Neraka Jahannam. Na'udzubillaahi min dzaalika...!
" Allah akan memanggil umat manusia di akhirat nanti dg nama-nama mereka ada tirai penghalang dariNya. Adapun diatas jembatan Allah memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan orang munafik. Bila mereka telah berada ditengah jembatan, Allah pun segera merampas cahaya orang2 munafik. Mereka menyeru kepada orang2 beriman: " Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahaya kamu." (QS Al-Hadid ayat 13).
Dan berdo'alah orang2 beriman: " Ya Rabbi kami, sempurnakanlah utk kami cahaya kami." (QS At-Tahrim ayat 8).
Ketika itulah setiap orang tidak akan ingat orang lain." (HR Thabrani 11079).
Sumber Berbagai sumber
Saudaraku, sungguh pemandangan yg sangat mendebarkan. Pantaslah bila Nabi shalallahu 'alaih wa sallam menyatakan bahwa saat peristiwa menyeberangi jembatan diatas Neraka Jahannam sedang berlangsung setiap orang tidak akan ingat kepada orang lainnya. Sebab semua orang sibuk memikirkan keselamatannya masing2.
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, dan 'amal perbuatan kami dari riya dan lisan kami dari dusta serta pandangan mati kami dari khianat. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu khianat pandangan mata dan apa yg disembunyikan hati.
Aamiin Ya Rabbal'aalamiin
Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
~ o ~
Salam santun dan keep istiqomah ...
--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Cinta yang hakiki
Cinta
yang hakiki tidak dilalui oleh pujian dan sanjungan, Justru dg luka
perih & air mata, karena Allah ingin agar kita menjadi kuat dan
sabar dalam menjalani hidup ini. Cinta yang hakiki adalah cinta kita kpd
Allah..

"TENTANG WANITA"
"TENTANG WANITA"
✔ WANITA ITU SEDERHANA
Ia hanya ingin dihargai oleh lelaki yang dicintainya.
Ia ingin dijagaa kehormatannya oleh kekasih halalnya.
Ia hanya butuh ketulusan dan kasih sayang yang sesungguhnya.
✔ WANITA ITU KUAT
Ia mampu tetap tersenyum kala teriris hatinya.
Ia mampu tetap berharap walau terkadang hanya kebohongan yang didapatkan.
Ia mampu tetap bertahan kala tak sanggup lagi hatinya menanggung beban.
✔ WANITA ITU PENYEMANGAT
Ia dapat menjadi pendukung sejatimu seumur hidup.
Ia mampu membuat semangatmu kembali menyala ketika engkau mencoba menyerah.
Ia akan tetap mendukungmu untuk terus berjuang dengan belaian kasih sayangnya.
✔ WANITA ITU MUDAH MEMAAFKAN
Ia akan memaafkan ketika engkau mencoba membohonginya.
Ia akan memaafkan ketika engkau mencoba menduakan cintanya.
Ia akan memaafkan ketika engkau mencoba memarahinya.
Ia akan selalu memaafkan bahkan ketika khilafmu sudah teramat besar kepadanya.
✔ BUKAN KARENA IA BODOH.
Melainkan karena besar harapannya agar engkau kembali pada jalan yang benar.
✔ BUKAN KARENA IA LEMAH.
Melainkan karena kekuatan kasih sayang yang ingin ia tunjukkan agar engkau tetap bahagia.
✔ Wanita diciptakan dari tulang rusukmu wahai kaum Adam.
Maka jagalah kehormatan mereka.
Naikkanlah derajat mereka.
Mereka diciptakan untuk hidup berdampingan denganmu wahai kaum Adam.
Mereka tidak ingin berada diatasmu. Tapi ingin selalu di sampingmu.
✔ Maka hargailah wanita.
Muliakanlah mereka semulia akhlakmu yang engkau contohkan.
Cintailah mereka seperti mereka yang selalu setia mencintaimu.
Bersikap lembutlah kepada mereka karena mereka adalah bagian dari ragamu.
Dan bimbinglah mereka agar mendapatkan tempat terhormat di sisi Allah yaitu menggapai Ridha-Nya.
✔ WANITA ITU KUAT
Ia mampu tetap tersenyum kala teriris hatinya.
Ia mampu tetap berharap walau terkadang hanya kebohongan yang didapatkan.
Ia mampu tetap bertahan kala tak sanggup lagi hatinya menanggung beban.
✔ WANITA ITU PENYEMANGAT
Ia dapat menjadi pendukung sejatimu seumur hidup.
Ia mampu membuat semangatmu kembali menyala ketika engkau mencoba menyerah.
Ia akan tetap mendukungmu untuk terus berjuang dengan belaian kasih sayangnya.
✔ WANITA ITU MUDAH MEMAAFKAN
Ia akan memaafkan ketika engkau mencoba membohonginya.
Ia akan memaafkan ketika engkau mencoba menduakan cintanya.
Ia akan memaafkan ketika engkau mencoba memarahinya.
Ia akan selalu memaafkan bahkan ketika khilafmu sudah teramat besar kepadanya.
✔ BUKAN KARENA IA BODOH.
Melainkan karena besar harapannya agar engkau kembali pada jalan yang benar.
✔ BUKAN KARENA IA LEMAH.
Melainkan karena kekuatan kasih sayang yang ingin ia tunjukkan agar engkau tetap bahagia.
✔ Wanita diciptakan dari tulang rusukmu wahai kaum Adam.
Maka jagalah kehormatan mereka.
Naikkanlah derajat mereka.
Mereka diciptakan untuk hidup berdampingan denganmu wahai kaum Adam.
Mereka tidak ingin berada diatasmu. Tapi ingin selalu di sampingmu.
✔ Maka hargailah wanita.
Muliakanlah mereka semulia akhlakmu yang engkau contohkan.
Cintailah mereka seperti mereka yang selalu setia mencintaimu.
Bersikap lembutlah kepada mereka karena mereka adalah bagian dari ragamu.
Dan bimbinglah mereka agar mendapatkan tempat terhormat di sisi Allah yaitu menggapai Ridha-Nya.
Obat hati ada lima perkara :
Obat
hati ada lima perkara :
1. Baca Al-quran dan maknanya,
2. Sholat malam dirikanlah,
3. Berkumpullah dg orang yg sholeh,
4. Perbanyaklah berpuasa,
5. Dzikir malam perpanjanglah
Muhasabah diri
Muhasabah diri...
Seringkali rasa sedih dan tangis menyesakkan jiwa..
Merasakan seolah dunia begitu menjauh..dan tiada berarti..
Ragu akan Kasih Illahi menguasai diri
dan Keyakinan seolah hilang akan KEHADIRAN-Nya ...
Langkah-langkah seolah terseret...
Mencari-cari dan meraba-raba dalam gelapnya hati..
Kebingungan dan kebimbangan senantiasa menyeruak..
dan seolah bertanya"MENGAPA semua ini terjadi??????
Kapankah Impianku tercapai ?????...
Mengapa Allah pilih kasih???
Dan berjuta protes melanda jiwa seolah menyalahkan_Nya
Sadarlah Wahai Diri…
Renungkanlah dengan mata hatimu…
Begitu besar KASIH dan Cinta_Nya...
Allah swt pernah mengingatkan lewat hadist Qudshi_Nya…
“Hai anak Adam…!!!
kalaupun dosamu telah sampai ke langit..
Kemudian itu engkau memohon ampunan_Ku..
Niscaya aku ampuni dosa bagimu....
Wahai anak adam.
Sesungguhnya engkau selama dirimu berdo’a dan berharap kepada_Ku…
Aku ampuni bagi engkau diatas dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli…
Hai Anak ADAM…
Sesungguhnya kalau engkau datang kepada_Ku dengan kesalahan2 sepenuh
bumi ini dan kemudian engkau menemuiku padahal engkau tidak pernah
mempersekutukan Aku dgn sesuatu…niscaya aku berikan kepada engkau
ampunan dengan sepenuh bumi..
(HR.Tirmidzi)
Wahai diri…
Mengapa masih mau mendzalimi diri sendiri?
Padahal Allah swt tak menginginkan dirimu untuk disakiti
Jasad dan Rohmmu adalah anugrah terindah dari Illahi..
Kembalilah berteduh dalam naungan Illahi..
Dia senantiasa bersamamu dimana dan kapanpun…
Ingatlah Wahai Diri…
Dan Dia(Allah swt) yang mempersatukan hati mereka(orang2 yang beriman)
walaupun kamu menginfakkan semua kekayaan yg berada di bumi,niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka.
tapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sungguh,Dia maha Perkasa,Maha Bijaksana
(QS.Al-Anfal 63)
Yakinlah wahai diri..
Teguhkan derapan langkah di Jalan_Nya dan yakinlah Allah bersama kita..
Tidak terbatas lautan Cinta_Nya..
Semoga pintu Firdaus terbuka lebar untukmu…WAHAI DIRI…
aamiin ya Rabb..
***************
Andrealica Nhordeeniz
Muhasabah diri...

Seringkali rasa sedih dan tangis menyesakkan jiwa..
Merasakan seolah dunia begitu menjauh..dan tiada berarti..
Ragu akan Kasih Illahi menguasai diri
dan Keyakinan seolah hilang akan KEHADIRAN-Nya ...
Langkah-langkah seolah terseret...
Mencari-cari dan meraba-raba dalam gelapnya hati..
Kebingungan dan kebimbangan senantiasa menyeruak..
dan seolah bertanya"MENGAPA semua ini terjadi??????
Kapankah Impianku tercapai ?????...
Mengapa Allah pilih kasih???
Dan berjuta protes melanda jiwa seolah menyalahkan_Nya
Sadarlah Wahai Diri…
Renungkanlah dengan mata hatimu…
Begitu besar KASIH dan Cinta_Nya...
Allah swt pernah mengingatkan lewat hadist Qudshi_Nya…
“Hai anak Adam…!!!
kalaupun dosamu telah sampai ke langit..
Kemudian itu engkau memohon ampunan_Ku..
Niscaya aku ampuni dosa bagimu....
Wahai anak adam.
Sesungguhnya engkau selama dirimu berdo’a dan berharap kepada_Ku…
Aku ampuni bagi engkau diatas dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli…
Hai Anak ADAM…
Sesungguhnya kalau engkau datang kepada_Ku dengan kesalahan2 sepenuh bumi ini dan kemudian engkau menemuiku padahal engkau tidak pernah mempersekutukan Aku dgn sesuatu…niscaya aku berikan kepada engkau ampunan dengan sepenuh bumi..
(HR.Tirmidzi)
Wahai diri…
Mengapa masih mau mendzalimi diri sendiri?
Padahal Allah swt tak menginginkan dirimu untuk disakiti
Jasad dan Rohmmu adalah anugrah terindah dari Illahi..
Kembalilah berteduh dalam naungan Illahi..
Dia senantiasa bersamamu dimana dan kapanpun…
Ingatlah Wahai Diri…
Dan Dia(Allah swt) yang mempersatukan hati mereka(orang2 yang beriman)
walaupun kamu menginfakkan semua kekayaan yg berada di bumi,niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka.
tapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sungguh,Dia maha Perkasa,Maha Bijaksana
(QS.Al-Anfal 63)
Yakinlah wahai diri..
Teguhkan derapan langkah di Jalan_Nya dan yakinlah Allah bersama kita..
Tidak terbatas lautan Cinta_Nya..
Semoga pintu Firdaus terbuka lebar untukmu…WAHAI DIRI…
aamiin ya Rabb..
***************
Andrealica Nhordeeniz
dan Keyakinan seolah hilang akan KEHADIRAN-Nya ...
Langkah-langkah seolah terseret...
Mencari-cari dan meraba-raba dalam gelapnya hati..
Kebingungan dan kebimbangan senantiasa menyeruak..
dan seolah bertanya"MENGAPA semua ini terjadi??????
Kapankah Impianku tercapai ?????...
Mengapa Allah pilih kasih???
Dan berjuta protes melanda jiwa seolah menyalahkan_Nya
Sadarlah Wahai Diri…
Renungkanlah dengan mata hatimu…
Begitu besar KASIH dan Cinta_Nya...
Allah swt pernah mengingatkan lewat hadist Qudshi_Nya…
“Hai anak Adam…!!!
kalaupun dosamu telah sampai ke langit..
Kemudian itu engkau memohon ampunan_Ku..
Niscaya aku ampuni dosa bagimu....
Wahai anak adam.
Sesungguhnya engkau selama dirimu berdo’a dan berharap kepada_Ku…
Aku ampuni bagi engkau diatas dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli…
Hai Anak ADAM…
Sesungguhnya kalau engkau datang kepada_Ku dengan kesalahan2 sepenuh bumi ini dan kemudian engkau menemuiku padahal engkau tidak pernah mempersekutukan Aku dgn sesuatu…niscaya aku berikan kepada engkau ampunan dengan sepenuh bumi..
(HR.Tirmidzi)
Wahai diri…
Mengapa masih mau mendzalimi diri sendiri?
Padahal Allah swt tak menginginkan dirimu untuk disakiti
Jasad dan Rohmmu adalah anugrah terindah dari Illahi..
Kembalilah berteduh dalam naungan Illahi..
Dia senantiasa bersamamu dimana dan kapanpun…
Ingatlah Wahai Diri…
Dan Dia(Allah swt) yang mempersatukan hati mereka(orang2 yang beriman)
walaupun kamu menginfakkan semua kekayaan yg berada di bumi,niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka.
tapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sungguh,Dia maha Perkasa,Maha Bijaksana
(QS.Al-Anfal 63)
Yakinlah wahai diri..
Teguhkan derapan langkah di Jalan_Nya dan yakinlah Allah bersama kita..
Tidak terbatas lautan Cinta_Nya..
Semoga pintu Firdaus terbuka lebar untukmu…WAHAI DIRI…
aamiin ya Rabb..
***************
Andrealica Nhordeeniz
Istiqomah yuk..
Istiqomah:
Memohon pertolongan Allah, berusaha kontinyu dalam beramal, taubat
& istighfar, menargetkan ibadah, selalu instropeksi diri, mengingat
mati...

7 Gangguan Syaitan Ketika Sakaratul Maut
...7 Gangguan Syaitan Ketika Sakaratul Maut .... !!!
Bismillaahir-Rahmaanir-Rah iim
... Iblis dan Syaitan akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan
memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke
akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu a
khir hayat iaitu ketika sakaratul maut.
khir hayat iaitu ketika sakaratul maut.
Syaitan mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7
golongan dan rombongan.Hadith Rasulullah s.a.w.. menerangkan:Yang
bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan
Syaitan di waktu maut.”
Rombongan 1
Akan datang Syaitan dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat.
Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Syaitan itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah s.w.t. inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2
Akan datang Syaitan kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati.
Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah s.w.t., matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3
Akan datang Syaitan mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi).
Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah s.w.t.. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4
Akan datang Syaitan merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
Rombongan 5
Akan datang Syaitan merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Syaitan,
berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.”
Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
Rombongan 6
Akan datanglah Syaitan merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu.” Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali.
Lalu datanglah pula Syaitan yang menyerupai ulamak dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?”
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”
Berkata ulamak Syaitan: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah s.w.t. hendaklah kamu patuh kepada kami.”
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Syaitan bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu:
“Bagaimanakah Zat Allah?” Syaitan merasa gembira apabila jeratnya mengena .
Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. “
Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Berkata Syaitan: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”
Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya.
Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.”
Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.
Rombongan 7
Rombongan Syaitan yang ketujuh ini Syaitan terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad s.a.w. bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat.
Ketahuilah bahawa Syaitan itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Syaitan dan Iblis yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.
Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.”
Barakallahufikum ....
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
~ o ~
Salam santun dan keep istiqomah ...
--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Rombongan 1
Akan datang Syaitan dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat.
Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Syaitan itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah s.w.t. inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2
Akan datang Syaitan kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati.
Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah s.w.t., matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3
Akan datang Syaitan mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi).
Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah s.w.t.. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4
Akan datang Syaitan merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
Rombongan 5
Akan datang Syaitan merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Syaitan,
berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.”
Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
Rombongan 6
Akan datanglah Syaitan merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu.” Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali.
Lalu datanglah pula Syaitan yang menyerupai ulamak dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?”
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”
Berkata ulamak Syaitan: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah s.w.t. hendaklah kamu patuh kepada kami.”
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Syaitan bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu:
“Bagaimanakah Zat Allah?” Syaitan merasa gembira apabila jeratnya mengena .
Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. “
Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Berkata Syaitan: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”
Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya.
Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.”
Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.
Rombongan 7
Rombongan Syaitan yang ketujuh ini Syaitan terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad s.a.w. bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat.
Ketahuilah bahawa Syaitan itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Syaitan dan Iblis yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.
Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.”
Barakallahufikum ....
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
~ o ~
Salam santun dan keep istiqomah ...
--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Bahagia itu...
Orang paling bahagia tidak selalu yang terbaik, dia hanya berusaha menjadi yang terbaik dari setiap yang hadir dalam hidupnya...
Ta’ati Suamimu, Surga Bagimu...
Ta’ati Suamimu, Surga Bagimu...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahi m
... Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing
memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga
istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi
mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat
tinggalnya.
Tanggungjawab suami yang tidak ringan
Tanggungjawab suami yang tidak ringan
diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban
seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam
urusan agamanya. Hak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan
Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang
baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri.
Surga atau Neraka Seorang Istri
Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)
Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat.
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim)
Kedudukan Hak Suami
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani)
Hak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah-ibadah yang bersifat sunnah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh bagi seorang perempuan berpuasa sementara suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak boleh baginya meminta izin di rumahnya kecuali dengan izinnya.” (HR Bukhari Muslim)
Dalam hak berhubungan suami-istri, jika suami mengajaknya untuk berhubungan, maka istri tidak boleh menolaknya.
“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)
Berbakti Kepada Suami
Diantara kewajiban seorang istri atas suaminya juga adalah, hendaknya seorang istri benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan wanita adalahpenanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR Bukhari Muslim)
Syaikhul Islam berkata, “Firman Allah, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)
Ayat ini menunjukkan wajibnya seorang istri taat pada suami dalam hal berbakti kepadanya, ketika bepergian bersamanya dan lain-lain. Sebagaimana juga hal ini diterangkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Majmu Al Fatawa 32/260-261 via Tanbihat, hal. 94, DR Shaleh Al Fauzan)
Berkhidmat kepada suami dengan melayaninya dalam segala kebutuhan-kebutuhannya adalah diantara tugas seorang istri. Bukan sebaliknya, istri yang malah dilayani oleh suami. Hal ini didukung oleh firman Allah, “Dan laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita.” (QS. An Nisa [4]: 34)
Ibnul Qayyim berdalil dengan ayat diatas, jika suami menjadi pelayan bagi istrinya, dalam memasak, mencuci, mengurus rumah dan lain-lain, maka itu termasuk perbuatan munkar. Karena berarti dengan demikian sang suami tidak lagi menjadi pemimpin. Justru karena tugas-tugas istri dalam melayani suami lah, Allah pun mewajibkan para suami untuk menafkahi istri dengan memberinya makan, pakaian dan tempat tinggal. (Lihat Zaad Al-Ma’aad 5/188-199 via Tanbihat, hal. 95, DR Shaleh Al Fauzan)
Bukan juga sebaliknya, istri yang malah menafkahi suami dengan bekerja di luar rumah untuk kebutuhan rumah tangga.
Tidak Keluar Rumah Kecuali Dengan Izin Suami
Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]: 33)
Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408). Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya.
Syaikhul Islam berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.”
Semua ketentuan yang telah Allah tetapkan di atas sama sekali bukan bertujuan membatasi ruang gerak para wanita, merendahkan harkat dan martabatnya, sebagaimana yang didengungkan oleh orang-orang kafir tentang ajaran Islam. Semua itu adalah syariat Allah yang sarat dengan hikmah. Dan hikmah dari melaksanakan dengan tulus semua ketetapan Allah di atas adalah berlangsungnya bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kenyamanan. Ketaatan pada suami pun dibatasi dalam perkara yang baik saja dan sesuai dengan kemampuan. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang barakah.
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Surga atau Neraka Seorang Istri
Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)
Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat.
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim)
Kedudukan Hak Suami
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani)
Hak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah-ibadah yang bersifat sunnah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh bagi seorang perempuan berpuasa sementara suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak boleh baginya meminta izin di rumahnya kecuali dengan izinnya.” (HR Bukhari Muslim)
Dalam hak berhubungan suami-istri, jika suami mengajaknya untuk berhubungan, maka istri tidak boleh menolaknya.
“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)
Berbakti Kepada Suami
Diantara kewajiban seorang istri atas suaminya juga adalah, hendaknya seorang istri benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan wanita adalahpenanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR Bukhari Muslim)
Syaikhul Islam berkata, “Firman Allah, “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisa [4]: 34)
Ayat ini menunjukkan wajibnya seorang istri taat pada suami dalam hal berbakti kepadanya, ketika bepergian bersamanya dan lain-lain. Sebagaimana juga hal ini diterangkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Majmu Al Fatawa 32/260-261 via Tanbihat, hal. 94, DR Shaleh Al Fauzan)
Berkhidmat kepada suami dengan melayaninya dalam segala kebutuhan-kebutuhannya adalah diantara tugas seorang istri. Bukan sebaliknya, istri yang malah dilayani oleh suami. Hal ini didukung oleh firman Allah, “Dan laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita.” (QS. An Nisa [4]: 34)
Ibnul Qayyim berdalil dengan ayat diatas, jika suami menjadi pelayan bagi istrinya, dalam memasak, mencuci, mengurus rumah dan lain-lain, maka itu termasuk perbuatan munkar. Karena berarti dengan demikian sang suami tidak lagi menjadi pemimpin. Justru karena tugas-tugas istri dalam melayani suami lah, Allah pun mewajibkan para suami untuk menafkahi istri dengan memberinya makan, pakaian dan tempat tinggal. (Lihat Zaad Al-Ma’aad 5/188-199 via Tanbihat, hal. 95, DR Shaleh Al Fauzan)
Bukan juga sebaliknya, istri yang malah menafkahi suami dengan bekerja di luar rumah untuk kebutuhan rumah tangga.
Tidak Keluar Rumah Kecuali Dengan Izin Suami
Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]: 33)
Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408). Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya.
Syaikhul Islam berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.”
Semua ketentuan yang telah Allah tetapkan di atas sama sekali bukan bertujuan membatasi ruang gerak para wanita, merendahkan harkat dan martabatnya, sebagaimana yang didengungkan oleh orang-orang kafir tentang ajaran Islam. Semua itu adalah syariat Allah yang sarat dengan hikmah. Dan hikmah dari melaksanakan dengan tulus semua ketetapan Allah di atas adalah berlangsungnya bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kenyamanan. Ketaatan pada suami pun dibatasi dalam perkara yang baik saja dan sesuai dengan kemampuan. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang barakah.
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Inilah diantara LELAH yg penuh BERKAH ALLAH
Sahabatku, inilah diantara
LELAH yg penuh BERKAH
ALLAH,
1. Menuntut ilmu (QS 3:7),
2. Mencari rizki yg halal
3. Mengandung, melahirkan,
merawat anak2 dan
keluarga (QS 31:14),
4. Mengasuh anak yatim (QS4:6),
5. Sabar dlm sakit, cacat,
kemiskinan dan musibah
(QS 2:155),
6. Berdakwah (QS 41:33),
7. Merawat orang tua diusia
senjanya (QS 17:23), dan
lelah termulia adalah yaitu
Berjihad perang fisabillah
(QS 3:180).
Memang melelahkan tetapi
penuh berkah ALLAH, inilah
yg membuat HIDUP SESAAT
ini jadi BERMAKNA, dan ini
pula yg membuat org
beriman itu senang
menikmati kelelahannya
''natamatta bimataibina'',
SUBHANALLAH, Allahumma
berkahi ikhtiar kami dan
sisa umur kami...aamiin''.
So semoga bermanfaat...!
dan TETAP ISTIQOMAH
LELAH yg penuh BERKAH
ALLAH,
1. Menuntut ilmu (QS 3:7),
2. Mencari rizki yg halal
bahkan bernilai JIHAD
ditengah banyak yg haram
(QS 62:10)),
ditengah banyak yg haram
(QS 62:10)),
3. Mengandung, melahirkan,
merawat anak2 dan
keluarga (QS 31:14),
4. Mengasuh anak yatim (QS4:6),
5. Sabar dlm sakit, cacat,
kemiskinan dan musibah
(QS 2:155),
6. Berdakwah (QS 41:33),
7. Merawat orang tua diusia
senjanya (QS 17:23), dan
lelah termulia adalah yaitu
Berjihad perang fisabillah
(QS 3:180).
Memang melelahkan tetapi
penuh berkah ALLAH, inilah
yg membuat HIDUP SESAAT
ini jadi BERMAKNA, dan ini
pula yg membuat org
beriman itu senang
menikmati kelelahannya
''natamatta bimataibina'',
SUBHANALLAH, Allahumma
berkahi ikhtiar kami dan
sisa umur kami...aamiin''.
So semoga bermanfaat...!
dan TETAP ISTIQOMAH
Ya Rabb..Matikanlah Saya…dan hidupkanlah Ayahku…!!
Ya Rabb..Matikanlah Saya…dan hidupkanlah Ayahku…!!
Bismillahir-Rahmaanir-Rahi m
... Pagi ini kubangun dengan cepat sebagaimana kebiasaanku..walaupun
ini hari libur, begitupula anakku Reem, terbiasa dengan bangun lebih
pagi.
Lalu Saya duduk di ruang kerjaku dan mulai menyibukkan diri dengan buku-buku dan lembaran-lembaran kertasku..
“Mama, apa yang kau tulis?”
“Saya menulis surat untuk Rabb, nak”
“Apakah kau mengizinkaku untuk membacanya mama?”
“Tidak anakku sayang, ini surat yang sangat special dan tidak kuizinkan siapa pun membacanya”
kukeluarkan Reem dari ruang kerjaku, dan dia sangat sedih, namun kuyakin ia telah terbiasa dengan perlakuan ku itu, karena penolakanku bukan sekali ini saja tapi telah berulang kali
Berlalu beberapa pekan kejadian itu, hingga suatu hari Saya masuk ke kamar Reem dan dia sangat terkejut gugup dengan kedatanganku…Ada apa?mengapa ia seperti itu?
“Reem…apa yang sedang kau tulis?”
Kuliahat ia makin gugup dan menjawab “ Tidak mama…ini sesuatu yang spesial”
Apa gerangan yang telah dituliskan seorang anak sembilan tahun, dan ia khawatir untuk kuketahui??!!
“ Saya menulis surat untuk Rabb, sepertimu ….”
Ucapannya terputus tiba-tiba, lalu ia meneruskan “ tapi…apakah yang kita tulis ini akan sampai pada-Nya mama?
“Tentu anakku…sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu…”
Ia tetap tak mengizinkan ku membaca apa yang telah ditulisnya, Saya pun keluar dari kamarnya dan menemui suamiku Rasyid yang sedang sakit untuk membacakannya koran pagi sebagaimana biasanya, lisanku membaca baris demi baris isi koran namun fikiranku tak lepas dari anakku…ternyata Rasyid memperhatikan ekspresiku… dan menduga bahwa dirinya sebab kesedihanku… ia mencoba meyakinkanku untuk menghadirkan perawat untuknya… agar bebanku sedikit berkurang…
Ya Ilahi, sungguh Saya tak pernah berfikir demikian..kudekap dan kukecup kepalanya yang dipenuhi beban dan peluh karena memikirkan diri ini dan anaknya Reem..dan membuatku turut bersedih hari ini..lalu kusampaikan padanya sebab resah dan sedih ku…
Hari ini Reem kesekolah, dan ketika ia kembali kerumah ,dokter sedang terburu-buru memeriksa Ayahnya yang sakit, ia pun duduk disamping ayahnya memberi semangat dengan penuh cinta.
Sebelum Dokter beranjak pergi, ia menjelaskan kepadaku bahwa keadaan Rasyid semakin memburuk. dan seolah Saya lupa kalau Reem masihlah sangat kecil, hingga tanpa kasihan padanya Saya berterus terang bahwa hati ayahnya yang dipenuhi cinta untuk Reem kini telah melemah, dan ia hanya mampu bertahan hidup tidak lebih dari 3 pekan lagi. Hancur hati Reem, ia mulai menangis dan berkata :
“Mengapa semua ini menimpa Ayah? mengapa?”
“Doakanlah kesembuhan untuk Ayah Reem, kita harus melewati semua ini dengan tegar, dan tidak melupakan rahmat Allah, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala yang terjadi..dan kau sudah besar..” Reem menyimak semua apa yang diucapkan Ibunya, berusaha menghilangkan kesedihannya, menepis jauh rasa sakitnya dan berusaha untuk tampak tegar, kemudian berkata : “ Ayah ku tak akan mati “
Setiap pagi Reem mencium pipi ayahnya yang hangat, namun pagi ini ia menciumnya dengan tatapan kasih penuh harap, dan berkata : “ Semoga suatu hari nanti kau bisa mengantarku seperti teman-temanku yang lain…” , Ayahnya seketika diserbu keharuan dan kesedihan namun berusaha ia tutupi, ia berkata : “ InsyaAllah, akan datang hari dimana Saya akan mengantarmu Reem..” dan ia yakin ucapannya barusan tak akan pernah mampu menyempurnakan kebahagiaan putri kecilnya.
Kuantar Reem kesekolahnya, dan setiba di rumah tiba-tiba rasa ingin tahu akan surat yang ditulis Reem untuk Allah muncul, maka kumencari dikamarnya, namun setelah pencarian yang panjang ku tak menemukannya. Dimana surat itu???! Apakah ia merobek setelah menulisnya??!
Hah…mungkin di kardus ini, kardus yang ia minta dariku berulang kali, maka kukosongkan dan kuberikan padanya..Ya Ilahiy…kardus ini berisi surat yang sangat banyak…dan semuanya untuk Allah!
**Ya Rabb…Ya Rabb..matikanlah anjing Sa’id tetangga kami …karena ia telah membuatku takut!!
**Ya Rabb...Biarkanlah kucing kami melahirkan anak yang banyak..menggantikan anak-anaknya yang banyak mati!!!
**Ya Rabb…Luluskanlah sepupuku…karena Saya mencintainya!!
**Ya Rabb…Jadikanlah bunga-bunga di kebun kami tumbuh dengan cepat…untuk Saya petik dan berikan ke guruku tiap harinya!!
Dan banyak lagi surat-surat yang lain, yang begitu lugu ia tuliskan dan surat terakhir yang kubaca berbunyi :
**Ya Rabb..kuatkanlah akal pembantu kami..agar tidak membebani ibuku..
Ya Ilahiy, semua suratnya telah terjawab, anjing tetangga kami telah mati lebih dari sepekan yang lalu, kucing kami pun telah melahirkan anak yang banyak, Ahmad telah lulus dengan nilai yang tinggi, bunga-bunga bermekaran dengan cepat, dan Reem memetiknya tiap hari untuk gurunya…
Ya Ilahiy, mengapa Reem tak menuliskan surat dan memohon untuk kesembuhan Ayahnya dari sakit??...!!
Sedih bercampur bingung meliputi hatiku…belum juga reda sampai Saya dikagetkan deringan telpon, pembantu kami mengangkatnya lalu memanggilku,
“ Nyonya…dari guru Reem..”
“Iya, ada apa bu?ada apa dengan Reem?apa dia melakukan sesuatu?”
Ia menyampaikan bahwa Reem jatuh dari lantai 4..ketika ia membawakan bunga gurunya yang tidak hadir di sekolah hari ini.. ia menjulurkan kepalanya dari balkon.. bunganya terjatuh…dan ia pun terjatuh..
Pukulan yang sangat keras bagiku tak mampu kuberbuat apapun begitu pula Rasyid..dan keterkejutan ini membuatnya tak mampu menggerakkan lisannya sejak hari itu
“Mengapa Reem harus meninggal…Saya sungguh tak mampu memikirkan kematian putriku tercinta..”
Dan kini seolah Saya menipu diriku sendiri dengan kesekolah Reem tiap pagi seperti mengantarnya, kukerjakan semua apa yang ia senangi untuk kulakukan, semua sudut rumah mengingatkanku padanya, senantiasa kuteringat suara tawa nya yang menghidupkan suasana di rumah ini..beberapa tahun berlalu…namun terasa hanya beberapa hari saja…berjalan begitu lambat
Pagi hari jum’at…tiba-tiba pembantu kami datang dan ia ketakutan berkata..bahwa ia mendengar suara berasal dari kamar Reem…Ya Ilahiy, apakah masuk akal kalau Reem kembali?? ini gila..
“Kamu mengkhayal..” Saya belum pernah menginjakkan kaki di kamar ini sejak kematian Reem..
Rasyid bersikeras agar Saya ke kamar Reem dan melihat ada apa disana..
Kumasukkan kunci di pintu dengan hati was-was …kubuka pintu dan tak sanggup mengendalikan diri..Saya duduk dan terus menangis…kuhempaskan badanku di tempat tidurnya..ahh…kenangan!!
Reem pernah menyampaikan berulang kali padaku kalau tempat tidurnya bergeser jika ia bergerak, dan mengeluarkan suara…dan Saya selalu lupa untuk memanggil tukang kayu untuk memperbaikinya…tak ada guna lagi sekarang…
Tapi, dari mana asal suara tadi…ya, itu suara dari jatuhnya lukisan ayat kursi yang ia hias karena sangat semangat membacanya tiap hari sampai ia menghafalkannya..
Ketika Saya mengangkatnya untuk memasang kembali, Saya menemukan secarik kertas yang ia taruh dibelakang lukisan…Ya Ilahiy, ini salah satu suratnya…Apa gerangan isi surat ini??!! dan mengapa Reem meletakkannya di belakang tulisan ayat mulia??!! surat ini salah satu dari surat-surat yang dituliskannya untuk Allah…dan di dalamnya tertulis :
**Ya Rabb…Ya Rabb..Matikanlah Saya…dan hidupkanlah Ayahku…!!
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Lalu Saya duduk di ruang kerjaku dan mulai menyibukkan diri dengan buku-buku dan lembaran-lembaran kertasku..
“Mama, apa yang kau tulis?”
“Saya menulis surat untuk Rabb, nak”
“Apakah kau mengizinkaku untuk membacanya mama?”
“Tidak anakku sayang, ini surat yang sangat special dan tidak kuizinkan siapa pun membacanya”
kukeluarkan Reem dari ruang kerjaku, dan dia sangat sedih, namun kuyakin ia telah terbiasa dengan perlakuan ku itu, karena penolakanku bukan sekali ini saja tapi telah berulang kali
Berlalu beberapa pekan kejadian itu, hingga suatu hari Saya masuk ke kamar Reem dan dia sangat terkejut gugup dengan kedatanganku…Ada apa?mengapa ia seperti itu?
“Reem…apa yang sedang kau tulis?”
Kuliahat ia makin gugup dan menjawab “ Tidak mama…ini sesuatu yang spesial”
Apa gerangan yang telah dituliskan seorang anak sembilan tahun, dan ia khawatir untuk kuketahui??!!
“ Saya menulis surat untuk Rabb, sepertimu ….”
Ucapannya terputus tiba-tiba, lalu ia meneruskan “ tapi…apakah yang kita tulis ini akan sampai pada-Nya mama?
“Tentu anakku…sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu…”
Ia tetap tak mengizinkan ku membaca apa yang telah ditulisnya, Saya pun keluar dari kamarnya dan menemui suamiku Rasyid yang sedang sakit untuk membacakannya koran pagi sebagaimana biasanya, lisanku membaca baris demi baris isi koran namun fikiranku tak lepas dari anakku…ternyata Rasyid memperhatikan ekspresiku… dan menduga bahwa dirinya sebab kesedihanku… ia mencoba meyakinkanku untuk menghadirkan perawat untuknya… agar bebanku sedikit berkurang…
Ya Ilahi, sungguh Saya tak pernah berfikir demikian..kudekap dan kukecup kepalanya yang dipenuhi beban dan peluh karena memikirkan diri ini dan anaknya Reem..dan membuatku turut bersedih hari ini..lalu kusampaikan padanya sebab resah dan sedih ku…
Hari ini Reem kesekolah, dan ketika ia kembali kerumah ,dokter sedang terburu-buru memeriksa Ayahnya yang sakit, ia pun duduk disamping ayahnya memberi semangat dengan penuh cinta.
Sebelum Dokter beranjak pergi, ia menjelaskan kepadaku bahwa keadaan Rasyid semakin memburuk. dan seolah Saya lupa kalau Reem masihlah sangat kecil, hingga tanpa kasihan padanya Saya berterus terang bahwa hati ayahnya yang dipenuhi cinta untuk Reem kini telah melemah, dan ia hanya mampu bertahan hidup tidak lebih dari 3 pekan lagi. Hancur hati Reem, ia mulai menangis dan berkata :
“Mengapa semua ini menimpa Ayah? mengapa?”
“Doakanlah kesembuhan untuk Ayah Reem, kita harus melewati semua ini dengan tegar, dan tidak melupakan rahmat Allah, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala yang terjadi..dan kau sudah besar..” Reem menyimak semua apa yang diucapkan Ibunya, berusaha menghilangkan kesedihannya, menepis jauh rasa sakitnya dan berusaha untuk tampak tegar, kemudian berkata : “ Ayah ku tak akan mati “
Setiap pagi Reem mencium pipi ayahnya yang hangat, namun pagi ini ia menciumnya dengan tatapan kasih penuh harap, dan berkata : “ Semoga suatu hari nanti kau bisa mengantarku seperti teman-temanku yang lain…” , Ayahnya seketika diserbu keharuan dan kesedihan namun berusaha ia tutupi, ia berkata : “ InsyaAllah, akan datang hari dimana Saya akan mengantarmu Reem..” dan ia yakin ucapannya barusan tak akan pernah mampu menyempurnakan kebahagiaan putri kecilnya.
Kuantar Reem kesekolahnya, dan setiba di rumah tiba-tiba rasa ingin tahu akan surat yang ditulis Reem untuk Allah muncul, maka kumencari dikamarnya, namun setelah pencarian yang panjang ku tak menemukannya. Dimana surat itu???! Apakah ia merobek setelah menulisnya??!
Hah…mungkin di kardus ini, kardus yang ia minta dariku berulang kali, maka kukosongkan dan kuberikan padanya..Ya Ilahiy…kardus ini berisi surat yang sangat banyak…dan semuanya untuk Allah!
**Ya Rabb…Ya Rabb..matikanlah anjing Sa’id tetangga kami …karena ia telah membuatku takut!!
**Ya Rabb...Biarkanlah kucing kami melahirkan anak yang banyak..menggantikan anak-anaknya yang banyak mati!!!
**Ya Rabb…Luluskanlah sepupuku…karena Saya mencintainya!!
**Ya Rabb…Jadikanlah bunga-bunga di kebun kami tumbuh dengan cepat…untuk Saya petik dan berikan ke guruku tiap harinya!!
Dan banyak lagi surat-surat yang lain, yang begitu lugu ia tuliskan dan surat terakhir yang kubaca berbunyi :
**Ya Rabb..kuatkanlah akal pembantu kami..agar tidak membebani ibuku..
Ya Ilahiy, semua suratnya telah terjawab, anjing tetangga kami telah mati lebih dari sepekan yang lalu, kucing kami pun telah melahirkan anak yang banyak, Ahmad telah lulus dengan nilai yang tinggi, bunga-bunga bermekaran dengan cepat, dan Reem memetiknya tiap hari untuk gurunya…
Ya Ilahiy, mengapa Reem tak menuliskan surat dan memohon untuk kesembuhan Ayahnya dari sakit??...!!
Sedih bercampur bingung meliputi hatiku…belum juga reda sampai Saya dikagetkan deringan telpon, pembantu kami mengangkatnya lalu memanggilku,
“ Nyonya…dari guru Reem..”
“Iya, ada apa bu?ada apa dengan Reem?apa dia melakukan sesuatu?”
Ia menyampaikan bahwa Reem jatuh dari lantai 4..ketika ia membawakan bunga gurunya yang tidak hadir di sekolah hari ini.. ia menjulurkan kepalanya dari balkon.. bunganya terjatuh…dan ia pun terjatuh..
Pukulan yang sangat keras bagiku tak mampu kuberbuat apapun begitu pula Rasyid..dan keterkejutan ini membuatnya tak mampu menggerakkan lisannya sejak hari itu
“Mengapa Reem harus meninggal…Saya sungguh tak mampu memikirkan kematian putriku tercinta..”
Dan kini seolah Saya menipu diriku sendiri dengan kesekolah Reem tiap pagi seperti mengantarnya, kukerjakan semua apa yang ia senangi untuk kulakukan, semua sudut rumah mengingatkanku padanya, senantiasa kuteringat suara tawa nya yang menghidupkan suasana di rumah ini..beberapa tahun berlalu…namun terasa hanya beberapa hari saja…berjalan begitu lambat
Pagi hari jum’at…tiba-tiba pembantu kami datang dan ia ketakutan berkata..bahwa ia mendengar suara berasal dari kamar Reem…Ya Ilahiy, apakah masuk akal kalau Reem kembali?? ini gila..
“Kamu mengkhayal..” Saya belum pernah menginjakkan kaki di kamar ini sejak kematian Reem..
Rasyid bersikeras agar Saya ke kamar Reem dan melihat ada apa disana..
Kumasukkan kunci di pintu dengan hati was-was …kubuka pintu dan tak sanggup mengendalikan diri..Saya duduk dan terus menangis…kuhempaskan badanku di tempat tidurnya..ahh…kenangan!!
Reem pernah menyampaikan berulang kali padaku kalau tempat tidurnya bergeser jika ia bergerak, dan mengeluarkan suara…dan Saya selalu lupa untuk memanggil tukang kayu untuk memperbaikinya…tak ada guna lagi sekarang…
Tapi, dari mana asal suara tadi…ya, itu suara dari jatuhnya lukisan ayat kursi yang ia hias karena sangat semangat membacanya tiap hari sampai ia menghafalkannya..
Ketika Saya mengangkatnya untuk memasang kembali, Saya menemukan secarik kertas yang ia taruh dibelakang lukisan…Ya Ilahiy, ini salah satu suratnya…Apa gerangan isi surat ini??!! dan mengapa Reem meletakkannya di belakang tulisan ayat mulia??!! surat ini salah satu dari surat-surat yang dituliskannya untuk Allah…dan di dalamnya tertulis :
**Ya Rabb…Ya Rabb..Matikanlah Saya…dan hidupkanlah Ayahku…!!
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
KISAH HIKMAH MENGAJI SEJAK KECIL
KISAH HIKMAH MENGAJI SEJAK KECIL ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahi m ... Sebuah kisah tentang makna di balik perintah mengaji ...
“Jen, udah ngaji beluuum?”

“Jen, udah ngaji beluuum?”
“Jangan lupa, selesai sholat ngaji dulu. Jen.”
“Hapalanmu sudah sampai mana? Kok gak maju-maju sih?”
Kata-kata itu menemaniku sejak kecil. Suara Ibu yang berkali-kali dan tak pernah lelah mengingatkan aku untuk rajin mengaji. Entah dari kapan aku mulai mengaji, aku bahkan sudah lupa. Rasanya kalau tak salah, aku belum sekolah TK ketika Ibu ‘menyeret’ ku ke Mesjid.
Aku memang segan ikut belajar mengaji waktu itu. Masdar Ali, nama guru mengajiku terkenal galak luar biasa pada anak-anak yang suka bermain-main di depan halaman ketika shalat berjama’ah berlangsung. Meskipun tak pernah dimarahi, tetap saja suara seram Masdar membuatku takut padanya.
Tapi ketakutan itu hanya sesaat, setelah beberapa waktu aku mulai suka mengaji. Aku suka mengaji dan menghapal Al Qur’an bukan karena aku memahami artinya mengaji atau gunanya untukku. Aku suka karena setiap kali aku hapal satu surah Al Qur’an, Ayah dan Ibu lantas memberiku pujian. Semakin banyak aku hapal, Ayah dan Ibu semakin sering memujiku. Wajah gembira dan bahagia itulah motivasi terbesarku saat itu.
Memang tak ada hadiah yang diberikan, tapi rasanya saat itu hanya dengan kepuasan yang terpancar di wajah orangtua, aku sudah puas. Aku menjadi anak favorit Ibu karena lebih cepat dan lebih banyak menghapal dibandingkan dua saudaraku yang lain, Jon dan Eris.
Semakin besar, semakin banyak yang harus kuhapal dan kupelajari. Hadits-hadits pun menjadi tambahan pelajaran setelah mengaji. Dan untunglah, aku memiliki otak yang sepertinya langsung menyerap semua pelajaran itu dengan mudah. Makin lama makin banyak.
Usiaku terus bertambah. Kebiasaan menghapal Al Qur’an dan Hadits tak lagi disebabkan Ayah dan Ibu. Aku mengaji karena kebiasaan, dan anehnya setelah melantunkan beberapa ayat meskipun hanya beberapa baris rasanya ada ketenangan yang menyusup di batinku. Ketenangan itulah yang menjadi penyebab aku tak pernah melepaskan kebiasaanku itu.
Sampai kemudian dalam pergaulan sehari-hari, isi hapalanku baik ayat-ayat Al Qur’an maupun hadits Nabi menjadi sedemikian akrab di kepalaku. Setiap kali ada yang menyinggung soal mandi dan membersihkan tubuh, tanpa sadar aku mengarahkannya pada isi ayat atau hadits yang berhubungan dengan itu.
Begitu juga dengan tata cara hidup yang lain seperti pergaulan baik pada orangtua, pada perempuan, pada lelaki yang bukan seiman, semua ada dalam hapalan yang kuingat. Teman-teman juga mulai banyak bertanya padaku tentang ta’aruf, tentang pernikahan sampai soal warisan. Aku tak tahu, ternyata di antara banyak teman-temanku ada banyak yang tak sempat mengaji apalagi sampai menghapal.
Ketika dewasa, aku bertandang sekali ke rumah guru mengajiku. Masdar Ali, yang kini sudah tua renta. Suaranya yang galak tak lagi terdengar, hanya berganti dengan suara serak yang lemah. Mesjid tempatku belajar juga tak seramai dulu lagi saat maghrib menjelang.
Memang masih ada beberapa anak yang mengaji, tapi jumlah mereka bisa dihitung jari. Menurut Masdar, banyak anak-anak ikut les pelajaran umum di malam hari sehingga memilih untuk tidak mengaji. Ada nada keprihatinan saat Masdar menjawab pertanyaanku soal mesjid dan pengajian.
Setiap bulan memang ada pengajian, tapi itu hanya diikuti oleh orang-orang tua saja. Setiap tahun kala Ramadhan, memang ada pengajian dari malam bergantian hingga pagi menjelang. Tapi itu hanya musiman, demikian kata Masdar sedih.
Dulu, rasanya tak lengkap jika ada orangtua tak mengajari anaknya mengaji, menyuruhnya sholat dan menghapal surat Al Qur’an serta Hadits. Sekarang jarang sekali ada rumah yang memperdengarkan suara-suara orang mengaji di malam-malam hari. Malah yang lebih terdengar banyak adalah suara televisi yang sedang menyiarkan sinetron.
Aku terdiam, Masdar Ali memang benar. Seandainya dulu tak pernah dipaksa Ibu mengaji, aku mungkin tak mendapatkan hikmah di balik lantunan ayat-ayat yang kuhapalkan itu.
Tanpa kusadari, aku sedang membentuk pondasi dasar untuk kepribadianku, untuk menuntunku kelak menjalani hidup agar sesuai dengan kaidah agama yang kuanut. Aku menghapal semuanya dalam kepalaku, mengingatnya sepanjang hidup dan menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari.
Dan aku sangat sedihmendengar seorang teman berkata “Lo kok ngaji sih, Jen? Memangnya ini bulan Ramadhan ya?” pada suatu hari di siang bolong seusai shalat jumat di akhir bulan Dzulhijah.
***
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
“Hapalanmu sudah sampai mana? Kok gak maju-maju sih?”
Kata-kata itu menemaniku sejak kecil. Suara Ibu yang berkali-kali dan tak pernah lelah mengingatkan aku untuk rajin mengaji. Entah dari kapan aku mulai mengaji, aku bahkan sudah lupa. Rasanya kalau tak salah, aku belum sekolah TK ketika Ibu ‘menyeret’ ku ke Mesjid.
Aku memang segan ikut belajar mengaji waktu itu. Masdar Ali, nama guru mengajiku terkenal galak luar biasa pada anak-anak yang suka bermain-main di depan halaman ketika shalat berjama’ah berlangsung. Meskipun tak pernah dimarahi, tetap saja suara seram Masdar membuatku takut padanya.
Tapi ketakutan itu hanya sesaat, setelah beberapa waktu aku mulai suka mengaji. Aku suka mengaji dan menghapal Al Qur’an bukan karena aku memahami artinya mengaji atau gunanya untukku. Aku suka karena setiap kali aku hapal satu surah Al Qur’an, Ayah dan Ibu lantas memberiku pujian. Semakin banyak aku hapal, Ayah dan Ibu semakin sering memujiku. Wajah gembira dan bahagia itulah motivasi terbesarku saat itu.
Memang tak ada hadiah yang diberikan, tapi rasanya saat itu hanya dengan kepuasan yang terpancar di wajah orangtua, aku sudah puas. Aku menjadi anak favorit Ibu karena lebih cepat dan lebih banyak menghapal dibandingkan dua saudaraku yang lain, Jon dan Eris.
Semakin besar, semakin banyak yang harus kuhapal dan kupelajari. Hadits-hadits pun menjadi tambahan pelajaran setelah mengaji. Dan untunglah, aku memiliki otak yang sepertinya langsung menyerap semua pelajaran itu dengan mudah. Makin lama makin banyak.
Usiaku terus bertambah. Kebiasaan menghapal Al Qur’an dan Hadits tak lagi disebabkan Ayah dan Ibu. Aku mengaji karena kebiasaan, dan anehnya setelah melantunkan beberapa ayat meskipun hanya beberapa baris rasanya ada ketenangan yang menyusup di batinku. Ketenangan itulah yang menjadi penyebab aku tak pernah melepaskan kebiasaanku itu.
Sampai kemudian dalam pergaulan sehari-hari, isi hapalanku baik ayat-ayat Al Qur’an maupun hadits Nabi menjadi sedemikian akrab di kepalaku. Setiap kali ada yang menyinggung soal mandi dan membersihkan tubuh, tanpa sadar aku mengarahkannya pada isi ayat atau hadits yang berhubungan dengan itu.
Begitu juga dengan tata cara hidup yang lain seperti pergaulan baik pada orangtua, pada perempuan, pada lelaki yang bukan seiman, semua ada dalam hapalan yang kuingat. Teman-teman juga mulai banyak bertanya padaku tentang ta’aruf, tentang pernikahan sampai soal warisan. Aku tak tahu, ternyata di antara banyak teman-temanku ada banyak yang tak sempat mengaji apalagi sampai menghapal.
Ketika dewasa, aku bertandang sekali ke rumah guru mengajiku. Masdar Ali, yang kini sudah tua renta. Suaranya yang galak tak lagi terdengar, hanya berganti dengan suara serak yang lemah. Mesjid tempatku belajar juga tak seramai dulu lagi saat maghrib menjelang.
Memang masih ada beberapa anak yang mengaji, tapi jumlah mereka bisa dihitung jari. Menurut Masdar, banyak anak-anak ikut les pelajaran umum di malam hari sehingga memilih untuk tidak mengaji. Ada nada keprihatinan saat Masdar menjawab pertanyaanku soal mesjid dan pengajian.
Setiap bulan memang ada pengajian, tapi itu hanya diikuti oleh orang-orang tua saja. Setiap tahun kala Ramadhan, memang ada pengajian dari malam bergantian hingga pagi menjelang. Tapi itu hanya musiman, demikian kata Masdar sedih.
Dulu, rasanya tak lengkap jika ada orangtua tak mengajari anaknya mengaji, menyuruhnya sholat dan menghapal surat Al Qur’an serta Hadits. Sekarang jarang sekali ada rumah yang memperdengarkan suara-suara orang mengaji di malam-malam hari. Malah yang lebih terdengar banyak adalah suara televisi yang sedang menyiarkan sinetron.
Aku terdiam, Masdar Ali memang benar. Seandainya dulu tak pernah dipaksa Ibu mengaji, aku mungkin tak mendapatkan hikmah di balik lantunan ayat-ayat yang kuhapalkan itu.
Tanpa kusadari, aku sedang membentuk pondasi dasar untuk kepribadianku, untuk menuntunku kelak menjalani hidup agar sesuai dengan kaidah agama yang kuanut. Aku menghapal semuanya dalam kepalaku, mengingatnya sepanjang hidup dan menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari.
Dan aku sangat sedihmendengar seorang teman berkata “Lo kok ngaji sih, Jen? Memangnya ini bulan Ramadhan ya?” pada suatu hari di siang bolong seusai shalat jumat di akhir bulan Dzulhijah.
***
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
Perjuangan Seorang Ibu
Inilah
sebuah gambar, sebuah alasan mengapa kita jangan sampai durhaka pada
kedua orang tua, betapa hebatnya perjuangan seorang Ibu demi menghidupi
kita, anaknya..
Setiap ujian yang Allah bagi
Setiap
ujian yang Allah bagi, pasti Ada hikmahnya. Semakin Allah sayang kepada
hambaNya, semakin besar & kuat ujian buatnya..

Mensyukuri Nikmat
Bila orang yang khawatir akan kekurangannya, mau mensyukuri nikmat yang mereka miliki, maka mereka akan berhenti khawatir...

JANGAN BERDUKA CITA, JANGAN TERLALU GEMBIRA
Tiada
suatu bencanapun yg menimpa di bumi & tidak pula pd dirimu sdr
melainkan tlh tertulis dlm KITAB LAUH MAHFUZH sblm Kami menciptakannya.
Sesungguhny yg demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Kami jelaskan yg dmkn
itu spy kamu JGN BERDUKA CITA terhadap apa yang LUPUT dari kamu, &
spy kamu JGN TERLALU GEMBIRA terhadap apa yg diberikan-Nya kpdmu. Dan
Allah tdk menyukai stp org yg SOMBONG lagi memBANGGAkan diri
(QS 57:22-23)
Bersyukur Sebagai Terapy
Bersyukur Sebagai Terapy
By: Muhamad Agus Syafii
Di Rumah Amalia pernah saya bertemu dengan seorang perempuan muda cenderung bersikap negatif, nyaris dalam segala hal dilihatnya dengan kacamata buram, usahanya gagal, selalu mengeluh tentang dirinya dan sekelilingnya. dia bertanya apa yang harus dilakukan? Saya mengatakan kepadanya agar memperbanyak hamdalah, karena hamdalah adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Sampai suatu hari orang-orang melihat ada perubahan yang menyolok dalam dirinya. Ia tampak lebih bugar, penuh senyuman dan optimisme. Ketika ditanya ia ditanya banyak orang apa yang menyebabkan perubahan itu, ia selalu menjawab, 'ini karena terapi bersyukur.' Setiap pagi selalu mengucapkan hamdalah.' Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas semua karuniaMu dipagi yang indah.' ia kemudian memikirkan & melakukan hal-hal yang terbaik disepanjang hari. Disaat malam tiba menjelang tidur, tidak lupa ia memanjatkan doa, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, untuk semua anugerahMu disepanjang hari ini.' Lalu ia memadamkan lampu dan tidur dengan nyenyak.
Teman, banyak orang yang sudah merasakan betapa bermanfaatnya mengucapkan hamdalah karena hamdalah adalah ucapan syukur yang mengandung upaya pemulihan, pengobatan dan kesehatan bagi siapapun yang senantiasa mengucapkannya. Jika kita belajar bersungguh-sungguh dengan mengucapkan dari lubuk hati kita yang paling dalam, membuat hidup kita menjadi lebih sehat, lebih indah dan lebih membahagiakan. Insya Allah.
---
Sahabatku, aminkan doa ini memohon kpd Allah agar kesulitan dan penderitaan menjadi kemudahan. "Bismillahi ‘ala fasi wamali wadini. Allahumma radhdhini biqadha-ika wabarikli fima quddirali hatta ia uhibba ta’jila ma akh-kharta wa ta’khira ma’ajjalta.”Dengan nama Allah atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah berilah aku rasa ridha terhadap putusanMu dan berkahilah segala apa yang Engkau berikan kepadaku, sehingga aku tidak suka mempercepat apa yang Engkau lambatkan dan memperlambat apa yang Engkau cepatkan.”
Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
By: Muhamad Agus Syafii
Di Rumah Amalia pernah saya bertemu dengan seorang perempuan muda cenderung bersikap negatif, nyaris dalam segala hal dilihatnya dengan kacamata buram, usahanya gagal, selalu mengeluh tentang dirinya dan sekelilingnya. dia bertanya apa yang harus dilakukan? Saya mengatakan kepadanya agar memperbanyak hamdalah, karena hamdalah adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Sampai suatu hari orang-orang melihat ada perubahan yang menyolok dalam dirinya. Ia tampak lebih bugar, penuh senyuman dan optimisme. Ketika ditanya ia ditanya banyak orang apa yang menyebabkan perubahan itu, ia selalu menjawab, 'ini karena terapi bersyukur.' Setiap pagi selalu mengucapkan hamdalah.' Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas semua karuniaMu dipagi yang indah.' ia kemudian memikirkan & melakukan hal-hal yang terbaik disepanjang hari. Disaat malam tiba menjelang tidur, tidak lupa ia memanjatkan doa, 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, untuk semua anugerahMu disepanjang hari ini.' Lalu ia memadamkan lampu dan tidur dengan nyenyak.
Teman, banyak orang yang sudah merasakan betapa bermanfaatnya mengucapkan hamdalah karena hamdalah adalah ucapan syukur yang mengandung upaya pemulihan, pengobatan dan kesehatan bagi siapapun yang senantiasa mengucapkannya. Jika kita belajar bersungguh-sungguh dengan mengucapkan dari lubuk hati kita yang paling dalam, membuat hidup kita menjadi lebih sehat, lebih indah dan lebih membahagiakan. Insya Allah.
---
Sahabatku, aminkan doa ini memohon kpd Allah agar kesulitan dan penderitaan menjadi kemudahan. "Bismillahi ‘ala fasi wamali wadini. Allahumma radhdhini biqadha-ika wabarikli fima quddirali hatta ia uhibba ta’jila ma akh-kharta wa ta’khira ma’ajjalta.”Dengan nama Allah atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah berilah aku rasa ridha terhadap putusanMu dan berkahilah segala apa yang Engkau berikan kepadaku, sehingga aku tidak suka mempercepat apa yang Engkau lambatkan dan memperlambat apa yang Engkau cepatkan.”
Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
KISAH HIKMAH MENABURKAN SOBEKAN2 KERTAS
KISAH HIKMAH MENABURKAN SOBEKAN2 KERTAS ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahi m
... Kisah ini saduran dari sebuah dongeng internasional tentang Bulu
Angsa (saya lupa pengarangnya karena menghafalnya di luar kepala sejak
10 thn lalu), saya menggantinya dengan versi Indonesia. Jika ada
kesamaan dengan inti cerita, ini dimaksudkan untuk diambil manfaatnya
saja.
“Hari ini kita belajar tentang Fitnah
“Hari ini kita belajar tentang Fitnah
,” ucap Ibu Hanifah saat memulai pelajarannya.
“Buka halaman berapa bu?” tanya anak-anak hampir bersamaan.
Ibu Hanifah menggeleng, “Gak perlu, kalian cukup mengeluarkan selembar kertas kosong. Boleh kertas bekas, boleh kertas kosong. Apa saja, masing-masing anak hanya boleh satu lembar. Lalu sobek-sobeklah kertas itu sekecil-kecil mungkin.
Siapa yang paling kecil dan paling banyak menghasilkan sobekan kertas, akan mendapat kesempatan pertama melakukan langkah selanjutnya. Tampung hasil sobekan kalian nanti di sini!”
Ibu Hanifah memberi kode ketua kelas untuk membagikan puluhan kotak kosong yang tadi dibawanya masuk pada seluruh murid.
“Memangnya langkah selanjutnya apa bu?” tanya Aswan ingin tahu. Pelajaran PPKN dari Ibu Hanifah selalu menarik untuk diikuti dan Aswan sangat suka hal-hal menyenangkan seperti ini. Mana ada kan guru menyuruh menyobek kertas kecil-kecil?
“Mmm… baiklah, dia akan mendapatkan kesempatan pertama menyebarkan sobekan kertas itu nanti,” jawab Ibu Hanifah.
“Hah? Yang benar bu?” Ibu Hanifah mengangguk. Melihat anggukan itu, anak-anak langsung melakukan perintah si Ibu guru dengan cepat. Suara mereka ribut saat mulai menyobek-nyobek kertas, memamerkan pada temannya dan saat melihat temannya jauh lebih banyak, mereka kembali menyobek kertas-kertas itu hingga hampir menjadi seperti butiran.
“Ckckck! Kalian memang hebat kalau diajak main ya? Coba kalau belajar juga seperti itu juga.” Ibu Hanifah tertawa kecil saat melihat betapa bersemangatnya para murid diajak seperti itu.
“Ini juga kan lagi belajar, bu,” jawab Siti Farida sambil tertawa geli. Ibu Hanifah hanya tersenyum-senyum.
“Oke, sekarang siapa yang paling banyak? Ayo maju satu persatu biar Ibu periksa! Nanti setelah itu jadikan satu dalam tas plastik itu ya!”
“Baik, Bu!”
Satu persatu semuanya maju. Dan seperti perkiraan Bu Hanifah, Aswanlah pemenangnya. Aswan girang sekali. Dia tak pernah juara kelas, tapi soal beginian dia paling suka.
“Oke, sobekannya sudah kita kumpulkan semua. Aswan, kamu bawa tas plastik ke lapangan ya. Dan anak-anak yang lain, kita ke lapangan bola dulu.”
“Eh, jangan-jangan mau ditebar di lapangan bola nih?” celetuk Kasih saat rombongan itu berjalan beramai-ramai.
“Masak boleh sih? Entar siapa yang mau bersihin?”
“Memangnya apa hubungannya dengan fitnah ya?”
Meski ikut mendengar celetukan anak-anak didiknya, Ibu Hanifah tak berkomentar apapun. Ia tetap meneruskan langkahnya dengan yakin. Begitu tiba di tepi lapangan bola yang berangin, Ibu Hanifah meminta anak-anak berjejer rapi. Aswan dipanggil ke sisi Ibu Hanifah.
“Sekarang, ambil sebanyak yang kamu, Wan. Genggamlah, lalu tiuplah sesukamu!”
Mata Aswan membulat. “Benar nih, Bu?” Ibu Hanifah mengangguk.
Tangan Aswan membuka tas plastik dengan cepat, mengambil segenggam besar sobekan kertas sementara teman-temannya yang lain memintanya menyisakan untuk mereka. Dengan penuh semangat ia meniup sekencang mungkin sobekan kertas itu, dibantu oleh angin dengan cepat sobekan kertas itu menyebar ke mana-mana.
Kepala Sekolah dan Guru Olahraga ikut menyaksikan dari kejauhan. Melihat kejadian itu. Pak Hasim si Guru Olahraga berang. “Eeeh, apa-apaan mereka itu?” Ia hendak beranjak menuju lapangan ketika tangannya ditarik oleh Kepala Sekolah.
“Biarkan saja, Pak Hasim. Tadi Bu Hani sudah minta izin sama saya. Dia janji akan membereskannya. Kita lihat saja.”
Aswan puas saat memandang hasil sobekan yang menyebar cukup banyak. Ibu Hanifah menatap ke arah anak-anak yang lain dan satu persatu mereka melakukan hal yang sama seperti Aswan walaupun tak sebanyak yang Aswan sebar.
Setelah sobekan kertas habis, anak-anak saling tertawa lepas. Mereka senang melihat hasil “permainan” mereka yang menyenangkan.
“Nah, sekarang! Tugas kalian yang terakhir adalah… ” Ibu Hanifah tersenyum manis. Anak-anak diam mendengarkan. “Kumpulkan lagi semua sobekan kertas yang kalian tebar, dimulai dari yang paling pertama menebarnya!”
“Apa??” Anak-anak berteriak kaget.
“Kata Ibu, tadi boleh. Kok sekarang harus mengumpulkan sih?” tanya Aswan merengut kesal.
“Memangnya tadi Ibu bilang habis menebarkan kertas itu maka tugasnya selesai?” Anak-anak menggeleng. Mereka melotot pada Aswan, si tertuduh yang paling banyak menyobek kertas.
“Bu, pakai sapu boleh ya bu?” rayu Aswan. Ibu Hanifah menggeleng. Wajah kecewa terlihat di wajah murid-murid yang lain.
Meskipun bersungut-sungut anak-anak memungut sobekan kertas itu, beberapa dari mereka mengomel pada Aswan. Beberapa kali Aswan disalahkan teman-temannya karena sobekan kertas Aswanlah yang paling kecil hingga sulit untuk diambil, Maka setiap kali mereka menemukannya, Aswan pun dipanggil untuk memungutnya. Tak heran dia nampak kelelahan sebelum selesai melakukannya.
“Sudah cukup!” kata Bu Hanifah. Lapangan belum bersih benar, tapi karena melihat anak-anak sudah lelah maka Ibu Hanifah menyudahi tugasnya.
“Fitnah itu seperti sobekan kertas-kertas yang kalian tebar itu. Ia begitu ringan dan mudah sekali tertiup, dihembuskan oleh sedikit angin maka dengan cepat ia akan menyebar ke mana-mana.”
Ibu Hanifah menunduk, mengambil satu sobekan kertas yang berada di dekatnya
. “Kadang-kadang karena terlalu kecil dan hanya karena nafsu, fitnah tak lagi jelas apa bentuknya. Contohnya sobekan ini, apa kalian tahu ini sobekan ini tadinya apa jika tadi tak melihat bentuknya dari awal? Tidak. Karena yang kalian lihat hanyalah potongan kecil dari sebuah kertas. Entah apa kertas ini sebelumnya ada tulisannya atau masih kosong? Tak ada yang tahu.”
Anak-anak terdiam mendengarkan.
“Sekarang, saat kalian harus mengumpulkan kembali sebaran kertas itu. Tidak mudah, bukan? Padahal ini tak seberapa dibandingkan fitnah atau gosip bohong yang terlanjur menyebar. Jika mengumpulkan kertas masih bisa dilakukan, memperbaiki fitnah itu benar-benar sangat sulit. Jadi kalian bisa memetik pelajaran hari ini?”
“Bisa!!” teriak anak-anak bersamaan.
“Apa itu? Coba Aswan kamu jawab, pelajaran apa yang kamu dapat hari ini?” tanya Ibu Hanifah sambil tersenyum menggoda. Sejak tadi wajah muridnya yang paling keras kepala itu sudah cemberut terus.
“Mmm… Nanya dulu sampai selesai sebelum mengerjakan tugas bu Hani!” jawab Aswan seenaknya yang disambut gelak tawa teman-temannya. Ibu Hanifah juga tertawa.
“Iya bu, kami paham. Membuat fitnah itu segampang menyobek kertas, lalu gosip atau fitnah itu mudah sekali dihembuskan atau ditiupkan, tapi kalau sudah tersebar maka akan sulit diperbaiki lagi,” jawab Farida setelah mereka berhenti tertawa, memperbaiki jawaban Aswan yang asal-asalan.
“Ya, bagus. Itu kesimpulan pelajaran yang ingin Ibu berikan buat kalian. Semoga kalian tetap mempertahankan kesimpulan ini benar-benar sampai kapanpun dan paling penting benar-benar mempraktekkannya. Sekarang kalian boleh mengambil sapu dan bersihkanlah sisa sobekan kertas ini sampai bersih. Pelajaran selesai setelah kalian menyelesaikannya, setelah itu kalian boleh istirahat!”
Pekik riang anak-anak pecah seketika, termasuk Aswan yang dari tadi masih terlihat kesal. Sementara dari kejauhan, tatapan kagum terpancar dari sepasang mata milik Kepala Sekolah dan Pak Hasim yang menyaksikannya dari kejauhan sedari tadi. Ibu Hanifah memang unik, seringkali memberi pelajaran dengan cara yang aneh tapi apa yang diajarkannya benar-benar mengena dalam hati.
*****
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
“Buka halaman berapa bu?” tanya anak-anak hampir bersamaan.
Ibu Hanifah menggeleng, “Gak perlu, kalian cukup mengeluarkan selembar kertas kosong. Boleh kertas bekas, boleh kertas kosong. Apa saja, masing-masing anak hanya boleh satu lembar. Lalu sobek-sobeklah kertas itu sekecil-kecil mungkin.
Siapa yang paling kecil dan paling banyak menghasilkan sobekan kertas, akan mendapat kesempatan pertama melakukan langkah selanjutnya. Tampung hasil sobekan kalian nanti di sini!”
Ibu Hanifah memberi kode ketua kelas untuk membagikan puluhan kotak kosong yang tadi dibawanya masuk pada seluruh murid.
“Memangnya langkah selanjutnya apa bu?” tanya Aswan ingin tahu. Pelajaran PPKN dari Ibu Hanifah selalu menarik untuk diikuti dan Aswan sangat suka hal-hal menyenangkan seperti ini. Mana ada kan guru menyuruh menyobek kertas kecil-kecil?
“Mmm… baiklah, dia akan mendapatkan kesempatan pertama menyebarkan sobekan kertas itu nanti,” jawab Ibu Hanifah.
“Hah? Yang benar bu?” Ibu Hanifah mengangguk. Melihat anggukan itu, anak-anak langsung melakukan perintah si Ibu guru dengan cepat. Suara mereka ribut saat mulai menyobek-nyobek kertas, memamerkan pada temannya dan saat melihat temannya jauh lebih banyak, mereka kembali menyobek kertas-kertas itu hingga hampir menjadi seperti butiran.
“Ckckck! Kalian memang hebat kalau diajak main ya? Coba kalau belajar juga seperti itu juga.” Ibu Hanifah tertawa kecil saat melihat betapa bersemangatnya para murid diajak seperti itu.
“Ini juga kan lagi belajar, bu,” jawab Siti Farida sambil tertawa geli. Ibu Hanifah hanya tersenyum-senyum.
“Oke, sekarang siapa yang paling banyak? Ayo maju satu persatu biar Ibu periksa! Nanti setelah itu jadikan satu dalam tas plastik itu ya!”
“Baik, Bu!”
Satu persatu semuanya maju. Dan seperti perkiraan Bu Hanifah, Aswanlah pemenangnya. Aswan girang sekali. Dia tak pernah juara kelas, tapi soal beginian dia paling suka.
“Oke, sobekannya sudah kita kumpulkan semua. Aswan, kamu bawa tas plastik ke lapangan ya. Dan anak-anak yang lain, kita ke lapangan bola dulu.”
“Eh, jangan-jangan mau ditebar di lapangan bola nih?” celetuk Kasih saat rombongan itu berjalan beramai-ramai.
“Masak boleh sih? Entar siapa yang mau bersihin?”
“Memangnya apa hubungannya dengan fitnah ya?”
Meski ikut mendengar celetukan anak-anak didiknya, Ibu Hanifah tak berkomentar apapun. Ia tetap meneruskan langkahnya dengan yakin. Begitu tiba di tepi lapangan bola yang berangin, Ibu Hanifah meminta anak-anak berjejer rapi. Aswan dipanggil ke sisi Ibu Hanifah.
“Sekarang, ambil sebanyak yang kamu, Wan. Genggamlah, lalu tiuplah sesukamu!”
Mata Aswan membulat. “Benar nih, Bu?” Ibu Hanifah mengangguk.
Tangan Aswan membuka tas plastik dengan cepat, mengambil segenggam besar sobekan kertas sementara teman-temannya yang lain memintanya menyisakan untuk mereka. Dengan penuh semangat ia meniup sekencang mungkin sobekan kertas itu, dibantu oleh angin dengan cepat sobekan kertas itu menyebar ke mana-mana.
Kepala Sekolah dan Guru Olahraga ikut menyaksikan dari kejauhan. Melihat kejadian itu. Pak Hasim si Guru Olahraga berang. “Eeeh, apa-apaan mereka itu?” Ia hendak beranjak menuju lapangan ketika tangannya ditarik oleh Kepala Sekolah.
“Biarkan saja, Pak Hasim. Tadi Bu Hani sudah minta izin sama saya. Dia janji akan membereskannya. Kita lihat saja.”
Aswan puas saat memandang hasil sobekan yang menyebar cukup banyak. Ibu Hanifah menatap ke arah anak-anak yang lain dan satu persatu mereka melakukan hal yang sama seperti Aswan walaupun tak sebanyak yang Aswan sebar.
Setelah sobekan kertas habis, anak-anak saling tertawa lepas. Mereka senang melihat hasil “permainan” mereka yang menyenangkan.
“Nah, sekarang! Tugas kalian yang terakhir adalah… ” Ibu Hanifah tersenyum manis. Anak-anak diam mendengarkan. “Kumpulkan lagi semua sobekan kertas yang kalian tebar, dimulai dari yang paling pertama menebarnya!”
“Apa??” Anak-anak berteriak kaget.
“Kata Ibu, tadi boleh. Kok sekarang harus mengumpulkan sih?” tanya Aswan merengut kesal.
“Memangnya tadi Ibu bilang habis menebarkan kertas itu maka tugasnya selesai?” Anak-anak menggeleng. Mereka melotot pada Aswan, si tertuduh yang paling banyak menyobek kertas.
“Bu, pakai sapu boleh ya bu?” rayu Aswan. Ibu Hanifah menggeleng. Wajah kecewa terlihat di wajah murid-murid yang lain.
Meskipun bersungut-sungut anak-anak memungut sobekan kertas itu, beberapa dari mereka mengomel pada Aswan. Beberapa kali Aswan disalahkan teman-temannya karena sobekan kertas Aswanlah yang paling kecil hingga sulit untuk diambil, Maka setiap kali mereka menemukannya, Aswan pun dipanggil untuk memungutnya. Tak heran dia nampak kelelahan sebelum selesai melakukannya.
“Sudah cukup!” kata Bu Hanifah. Lapangan belum bersih benar, tapi karena melihat anak-anak sudah lelah maka Ibu Hanifah menyudahi tugasnya.
“Fitnah itu seperti sobekan kertas-kertas yang kalian tebar itu. Ia begitu ringan dan mudah sekali tertiup, dihembuskan oleh sedikit angin maka dengan cepat ia akan menyebar ke mana-mana.”
Ibu Hanifah menunduk, mengambil satu sobekan kertas yang berada di dekatnya
. “Kadang-kadang karena terlalu kecil dan hanya karena nafsu, fitnah tak lagi jelas apa bentuknya. Contohnya sobekan ini, apa kalian tahu ini sobekan ini tadinya apa jika tadi tak melihat bentuknya dari awal? Tidak. Karena yang kalian lihat hanyalah potongan kecil dari sebuah kertas. Entah apa kertas ini sebelumnya ada tulisannya atau masih kosong? Tak ada yang tahu.”
Anak-anak terdiam mendengarkan.
“Sekarang, saat kalian harus mengumpulkan kembali sebaran kertas itu. Tidak mudah, bukan? Padahal ini tak seberapa dibandingkan fitnah atau gosip bohong yang terlanjur menyebar. Jika mengumpulkan kertas masih bisa dilakukan, memperbaiki fitnah itu benar-benar sangat sulit. Jadi kalian bisa memetik pelajaran hari ini?”
“Bisa!!” teriak anak-anak bersamaan.
“Apa itu? Coba Aswan kamu jawab, pelajaran apa yang kamu dapat hari ini?” tanya Ibu Hanifah sambil tersenyum menggoda. Sejak tadi wajah muridnya yang paling keras kepala itu sudah cemberut terus.
“Mmm… Nanya dulu sampai selesai sebelum mengerjakan tugas bu Hani!” jawab Aswan seenaknya yang disambut gelak tawa teman-temannya. Ibu Hanifah juga tertawa.
“Iya bu, kami paham. Membuat fitnah itu segampang menyobek kertas, lalu gosip atau fitnah itu mudah sekali dihembuskan atau ditiupkan, tapi kalau sudah tersebar maka akan sulit diperbaiki lagi,” jawab Farida setelah mereka berhenti tertawa, memperbaiki jawaban Aswan yang asal-asalan.
“Ya, bagus. Itu kesimpulan pelajaran yang ingin Ibu berikan buat kalian. Semoga kalian tetap mempertahankan kesimpulan ini benar-benar sampai kapanpun dan paling penting benar-benar mempraktekkannya. Sekarang kalian boleh mengambil sapu dan bersihkanlah sisa sobekan kertas ini sampai bersih. Pelajaran selesai setelah kalian menyelesaikannya, setelah itu kalian boleh istirahat!”
Pekik riang anak-anak pecah seketika, termasuk Aswan yang dari tadi masih terlihat kesal. Sementara dari kejauhan, tatapan kagum terpancar dari sepasang mata milik Kepala Sekolah dan Pak Hasim yang menyaksikannya dari kejauhan sedari tadi. Ibu Hanifah memang unik, seringkali memberi pelajaran dengan cara yang aneh tapi apa yang diajarkannya benar-benar mengena dalam hati.
*****
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
23.58
Unknown Person







